Berita harian sumbar terkini update terlengkap

pt Angkasa Pura
Nasional - 07/01/2013 03:11 WIB

Legislator: Implementasi Kurikulum Baru 2013 Tergesa-gesa

Jakarta, (Antara Sumbar) - Anggota Komisi X DPR RI Herlini Amran menilai rencana implementasi kurikulum baru 2013 terlalu tergesa-gesa, tanpa melihat hasil evaluasi secara komprehensif terhadap sistem yang ada sebelumnya.

"Saya melihat rencana ini terlalu tergesa-gesa. Semestinya rencana implementasi kurikulum baru ini disosialisasikan secara bertahap setelah melihat hasil evaluasi komprehensif terhadap kurikulum yang sebelumnya," ujar Herlini dihubungi dari Jakarta, Senin.

Herlini mengusulkan pemerintah mengkaji terlebih dulu evaluasi terhadap kurikulum sebelumnya untuk melihat mana sisi baik yang dapat dipertahankan dan diteruskan melalui kurikulum yang baru.

"Kata mereka sudah melihat evaluasi, namun yang kami butuhkan adalah hasil evaluasi komprehensif menyeluruh di mana ada kajian yang sudah dilakukan sejak awal," ujar dia.

Dia juga meminta pemerintah melibatkan seluruh pihak terkait termasuk organisasi para guru dalam memberikan masukkan terkait implementasi kurikulum baru 2013. Sebab guru merupakan ujung tombak pelaksanaan kurikulum baru tersebut nantinya di lapangan.

Sementara itu Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengimbau seluruh pihak tidak alergi dengan peninjauan kembali kurikulum pendidikan nasional, sepanjang pemberlakuannya bertujuan positif.

"Tidak perlu alergi peninjauan kurikulum selama tujuannya baik, demi kualitas pendidikan di Indonesia," kata Fasli Jalal.

Fasli mengatakan apabila perubahan kurikulum yang belakangan cukup ramai diberitakan salah satu instensinya untuk mengurangi jumlah mata pelajaran dan masa pendidikan, maka hal itu pantas dilakukan.

Namun berdasarkan dua intensi tersebut, maka pemerintah beserta ahli-ahli pendidikan tidak boleh bermain-main dengan prosesnya.

"Perlu dibuat secara detil. Jika ingin mengurangi mata pelajaran, maka yang mana yang dikurangi, dan jika ada penggabungan, maka yang mana digabungkan, di mana seluruhnya memerlukan persiapan yang tidak boleh main-main," kata dia.

Pemberlakuan perubahan kurikulum menurutnya juga tidak boleh dilakukan tergesa-gesa melainkan diperlukan model dan indikator kesuksesan melalui penerapan di daerah-daerah yang ditunjuk menjadi "pilot project".

"Jika di daerah 'pilot' sudah dinilai sukses maka dilakukan tahapan evaluasi, untuk kemudian diterapkan di cakupan daerah yang lebih luas, namun jangan langsung diterapkan secara nasional," ujar dia.

Dia mengatakan pemberlakuan uji coba kurikulum baru di daerah lebih luas pascapemberlakuan di daerah "pilot project" bertujuan untuk mengetahui apakah indikator kesuksesan dapat tercapai jika kurikulum baru tersebut diberlakukan pada cakupan daerah yang lebih luas.

"Jika pada cakupan daerah yang lebih luas ternyata ada kurang-kurangnya sedikit, itu harus diperbaiki sebelum bisa diterapkan secara nasional. Sehingga dibutuhkan proses panjang terkait pemberlakuan kurikulum baru, karena ini menyang. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - 24/11/2014 09:59 WIB WIB

KPU Minta Tambahan Anggaran untuk Pilkada Langsung..


Nasional - 24/11/2014 09:57 WIB WIB

RPP Karst Berada di Setneg..