Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Nasional - 14/01/2013 08:54 WIB

DPR akan Bahas Pemekaran Morowali Utara

Jakarta, (Antara Sumbar) - Komisi II DPR RI akan terus membahas tujuh calon daerah otonomi baru (DOB) termasuk pemekaran Kabupaten Morowali Utara yang masih tertunda.

"Komisi II DPR akan melanjutkan pembahasannya pada masa persidangan III tahun 2013 mulai Januari ini," kata Anggota Komisi II DPR RI, Murad Nasir, di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, Murad Nasir menerima Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Sri Lalusu, Ketua DPRD Kabupaten Morowali Abuddin Halilu, serta panitia pemekaran Kabupaten Morowali Utara.

Menurut Murad Nasir, calon Kabupaten Morwali Utara, semua persyaratan administratifnya sesuai amanah undang-undang sudah terpenuhi.

Namun, Komisi II DPR RI belum menyetujui pemekarannya karena adanya surat keberatan warga di dua kecamatan yang dikhawatirkan akan terjadi gejolak.

"Masalah tersebut adalah masalah di masyarakat yang bisa diselesaikan," katanya.

Menurut dia, Komisi II DPR RI meminta semua pihak terkait dengan pemekaran Kabupaten Morowali untuk menyelesaikan persoalan tersebut sehingga calon Kabupaten Morowali bisa dimekarkan pada paket ketiga bersama enam kabupaten dan kota lainnya.

Tujuh DOB yang dibahas Komisi II DPR RI pada masa persidangan ketiga tahun 2013 ini adalah, Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Konawe Kepulauan, Kota Raha, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Buton Tengah, dan Kabupaten Buton Selatan.

"Saya akan membantu meyakinkan anggota Komisi II DPR RI untuk menyetujui pemekaran Kabupaten Morowali Utara, karena secara administratih sudah memenuhi semua persyaratan," kata mantan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi tengah ini.

Murad menambahkan, DPR RI akan sangat hati-hati dalam membuat keputusan terhadap DOB, jangan sampai setelah dimekarkan kemudian terjadi gejolak.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Morowali, Abuddin Halilu mengatakan, masyarakat Morowali Utara meminta DPR RI untuk segera menyetujui pemekaran Kabupaten Morowali Utara.

Ia menjelaskan, sejarah Morowali dulunya ada dua kerajaan di wilayah tersebut yakni kerajaan Bungku dan Kerajaan Mori.

Ketika Morowali ditetapkan menjadi kabupaten, sempat terjadi gejolak soal dimana lokasi ibukota kabupaten, tapi gejolak tersebut sudah selesai.

Pada rapat paripurna DPRD Kabuapaten Morowali, semua pihak baik fraksi-fraksi di DPRD maupun tokoh masyarakat sudah sepakat mendukung pemekaran.

Menurut dia, kalau saat ini ada yang mengirim surat ke DPR RI meminta untuk menunda pemekaran, hal itu hanya aspirasi orang-orang tertentu.

"Saya akan mendatangi kelompok tersebut untuk meyakinkan soal pemekaran Kabupaten Morowali Utara," kata Abuddin. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 11:17 WIB WIB

Soal Jadi Menteri, Khofifah Minta Media Menunggu..


Nasional - Hari ini, jam 11:01 WIB WIB

KKP Klaim SLIN Melengkapi Tol Laut Jokowi..