Berita harian sumbar terkini update terlengkap

HUT RRI Padang
Nusantara - 08/09/2012 02:40 WIB

BPBD: Mesuji Daerah Rawan Kekeringan

Ilustrasi. (ANTARA)

Ilustrasi. (ANTARA)

Bandarlampung, (Antara Sumbar) - Badan Penanggungan Bencana Daerah Lampung menyebutkan Kabupaten Mesuji dan Lampung Timur merupakan daerah rawan kekeringan pada musim kemarau ini.

"Beberapa titik di sana, warganya kesulitan mendapatkan air bersih," kata Kepala BPBD Lampung Budi Harto saat dihubungi ANTARA di Bandarlampung, Sabtu.

Pemerintah Provinsi Lampung, menurutnya, bekerja sama dengan PDAM telah mengantisipasi kekeringan tersebut dengan menyuplai air bersih menggunakan mobil tangki, khususnya di beberapa daerah yang kesulitan air.

"Selain dua daerah itu, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran bahkan Kota Bandarlampung juga daerah rawan kekeringan," kata dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Lampung merupakan wilayah yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai daerah rawan kekeringan pada musim kemarau.

"Dalam waktu dekat, pemerintah pusat menurunkan bantuan pengadaan air bersih dengan membuatkan sumur bor di daerah rawan tersebut," ujarnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung memprediksikan puncak musim kemarau di Lampung terjadi pada Juli hingga Agustus, namun hingga September kali ini, tidak kunjung datang musim hujan.

"Musim kemarau itu bukan berarti sepanjang musim tersebut tidak ada hujan. Curah hujan ada, tetapi intensitasnya tidak sebanyak saat musim hujan," kata Koordinator BMKG Beranti Radin Intan II untuk Wilayah Lampung Sugiman di Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hujan di musim kemarau di Lampung bersifat sporadis. Hal itu dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya adanya pergantian musim setiap enam bulan, selain itu adanya efek global seperti Lanino dan Lanina.

"Awan Lanina saat ini sedang mempengaruhi iklim global di Lampung, sehingga meskipun saat ini terjadi musim kemarau, di Lampung tetap ada hujan yang intensitasnya tidak banyak," katanya.

Musim kekeringan ini, diiringi angin kencang yang berkekuatan 25 knot. Kemungkinan kejadian inilah, yang menyebabkan wilayah Bandarlampung dihujani debu yang diduga berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).

Selain itu, pada musim kemarau kali ini juga menyebabkan terjadinya kebakaran di sekitar kawasan hutan dan di dalam kawasan hutan itu sendiri. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nusantara - Hari ini, jam 12:05 WIB WIB

Kabut Asap Pekat Kembali Selimuti Pekanbaru..


Nusantara - Hari ini, jam 10:15 WIB WIB

Polisi Tangkap Pencuri Minyak Chevron..