Kabut Asap Ganggu Pencapaian Target Belkaga 2015

id Belkaga 2015, Kabut Asap

Sawahlunto, (AntaraSumbar) - Peningkatan kabut asap di Kota Sawahlunto berimbas terganggunya target cakupan pelaksanaan program "Bersama Melawan Kaki Gajah" atau Belkaga 2015" berupa pemberian obat filariasis gratis.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan dan Sosial Sawahlunto Umi Kalsum di Sawahlunto, Rabu, mengatakan hingga saat ini realisasi pelaksanaan program tersebut baru mencapai 28 hingga 30 persen.

"Hambatan utama dipicu oleh kebijakan untuk meliburkan pelajar kelas rendah sejak seminggu lebih yang juga merupakan sasaran pemberian obat anti filariasis," kata dia.

Kondisi tersebut, lanjutnya, diperkirakan menjadi semakin sulit dengan diberlakukannya kebijakan meliburkan seluruh pelajar tingkat dasar dari kelas satu hingga kelas enam untuk beberapa hari kedepan, sehingga kegiatan pemberian obat gratis tersebut praktis terhenti di sekolah-sekolah tersebut.

Sementara untuk pemberian obat pada segmentasi umum, jelasnya, kegiatan masih tetap dilanjutkan oleh seluruh petugas dari instansi tersebut, dan hingga saat ini kendala yang menonjol adalah masalah kekhawatiran masyarakat sasaran terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut.

"Untuk masyarakat di beberapa daerah pinggiran memang masih belum menyadari sepenuhnya manfaat obat tersebut, secara perlahan kami berupaya memberikan penerangan sekaligus mengajak mereka untuk mengonsumsi obat tersebut serta sedikit mengabaikan efek sampingnya yang bersifat sementara agar bisa terbebas dari peyakit yang bisa mengakibatkan kelumpuhan permanen ini," jelas dia.

Dia berharap, dalam sisa waktu pelaksanaan program yang dicanangkan selama satu bulan penuh sejak 1 Oktober 2015, bisa dituntaskan sesuai target yang sudah ditetapkan dan kebijakan meliburkan pelajar tingkat dasar segera berakhir seiring membaiknya kualitas udara di kota itu.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Sawahlunto meliburkan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD) mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, sekaitan dengan semakin memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang mengepung kota itu, Rabu.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, Marwan mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil dari rapat konsultasi seluruh pimpinan daerah yang akan diberlakukan mulai Rabu (7/10) hingga Sabtu (10/10) mendatang.

Hal itu merupakan tindak lanjut atas hasil pemantauan kualitas udara ambient oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Sawahlunto yang menyatakan bahwa indeks standar polusi udara (ISPU) di kota ini telah mencapai kategori berbahaya berdasarkan Keputusan Kepala Bapedal Nomor 107 tahun 1997, ujarnya. (cpw7)