Sawahlunto Targetkan Jadi Kota Wisata Tambang Berbudaya Pada 2020

id Ali Yusuf

Sawahlunto Targetkan Jadi Kota Wisata Tambang Berbudaya Pada 2020

Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf. (id.wikipedia.org)

Sawahlunto, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, menargetkan daerah itu menjadi tempat wisata tambang yang berbudaya pada 2020 dengan terus meningkatkan infrastruktur seperti pelebaran jalan dan fasilitas penunjang pariwisata.

"Kota Sawahlunto memiliki potensi wisata tambang yang tidak dimiliki daerah lain, potensi ini didukung keberadaan museum Gudang Ransum, Lubang Mbah Suro peninggalan Belanda, makam M. Yamin, dan cagar budaya lainnya," kata Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf kepada anggota DPRD Sumbar Dapil VI yang melakukan kunjungan kerja ke kota itu, Selasa (13/12).

Ia mengatakan Sawahlunto bertekad menjadikan ikon wisata Sumbar dengan memanfaatkan bekas tambang batu bara yang sangat luas dan mengandung nilai sejarah yang tinggi karena bekas peninggalan Belanda.

Pemerintah kota masih terus melakukan pembenahan agar target menjadi tempat wisata tambang yang berbudaya pada 2020 dapat tercapai.

Ia menyampaikan sumberdaya manusia (SDM) masyarakat terkait pariwisata juga terus ditingkatkan, agar ketika pengunjung sudah meningkat lebih banyak usaha yang dapat dilakukan untuk peningkatan ekonominya.

"Sekarang saja sebagian mata pencaharian masyarakat sudah mulai berubah dari kebiasaan menambang batu bara ke usaha kecil menengah (UKM) yang memproduksi berbagai souvenir untuk menunjang pariwisata," kata dia.

Di sekitar tempat wisata dan di dalam kota sudah mulai banyak masyarakat yang membuka usaha tempat menjual souvenir, hasil kerajinan tangan, dan tempat kuliner.

Ia menyebutkan pada 2015 tingkat kemiskinan Kota Sawahlunto berada pada posisi kedua terendah secara nasional hanya 2,22 persen.

Untuk mempercepat pembangunan pariwisata ini pemerintah provinsi diharapkan dapat membantu anggaran pelebaran jalan menuju sejumlah objek wisata di kota itu.

"Infrastruktur jalan yang sudah bagus seperti ke objek wisata Puncak Cemara sudah sangat ramai dikunjungi wisatawan," kata dia pula.

Jika pelebaran jalan dapat dilakukan ke sejumlah objek wisata lain dapat dipastikan kunjungan wisata ke kawasan itu akan terus meningkat.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Sumbar Arkadius yang berasal dari Dapil IV mengatakan masalah infrastruktur pariwisata saat ini sudah menjadi prioritas pembangunan.

"Bahkan saat ini sedang dibahas pembuatan jalur alternatif untuk dapat membuka jalan antar-kota dan kabupaten yang akan memudahkan masyarakat dan wisatawan untuk datang," kata dia.

Pada APBD 2017 ada anggaran yang disisihkan dari belanja pegawai sebanyak Rp113 miliar yang nantinya akan dievaluasi kemana dana itu akan digunakan. Jika memungkinkan akan dialokasikan untuk pembenahan infrastruktur pariwisata. (*)