Selasa, 17 Oktober 2017 - 27 Muharram 1439 H

Pengembangan Wisata Lebih Baik Dibanding Eksploitasi SDA

Kawasan Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta, (Antara Sumbar) - Pengembangan wisata di berbagai lokasi eksotik yang ada di Tanah Air dinilai merupakan hal yang lebih baik dalam beragam aspek dibandingkan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan di daerah tersebut.

"Daerah yang potensi wisatanya bagus, lebih baik dikembangkan, lantaran tidak menghabiskan sumber daya alam," kata Wakil Ketua MPR Mahyudin dalam rilis, Rabu.

Menurut Mahyudin, alangkah baiknya bila sumber daya alam nasional disisihkan untuk generasi anak cucu di masa datang.

Untuk itu, ujar dia, lebih baik pula membangun ekonomi dari sumber daya alam seperti wisata yang tidak mengeksploitasi sumber daya alam.

Sebagaimana diwartakan, pemerintah diharapkan dapat memaksimalkan potensi pariwisata maritim di laut serta berbagai lokasi wisata di pesisir sebagai upaya mengoptimalkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di Tanah Air.

"Komisi IV ke depannya akan terus mendorong pemerintah dapat memaksimalkan potensi maritim dan pariwisata sekitar pesisir," kata Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin.

Menurut Andi Akmal, saat ini potensi kelautan yang ada di Indonesia merupakan hal yang ironis antara lain karena besarnya potensi aktivitas perekonomian masyarakat pesisir dengan 13.466 pulau dan 5,8 juta kilometer persegi laut.

Selain itu, ujar dia, bentangan dan paparan laut juga sangat luas seperti diketahui di Indonesia terdapat 10.660 desa pesisir yang tersebar di sekitar 300 kabupaten.

"Ini mesti jadi fokus kerja pembangunan nasional yang serius sehingga 2.636.758 rumah tangga nelayan menjadi berdaya kekuatan sumber daya manusia Indonesia akan terdongkrak signifikan," ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa berbagai anggota masyarakat pesisir seperti nelayanb, pembudidaya ikan dan petambak garam merupakan faktor penggerak utama sektor kelautan dan perikanan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mencontohkan keanggunan dan keelokan ikan pari manta mempunyai daya tarik yang besar bagi penyelam dan berpotensi sebagai aset penting dalam pengembangan wisata bahari di Indonesia.

"Apabila dilihat dari sisi ekonomi, model pemanfaatan pari manta melalui kegiatan wisata bahari bisa menjadi alternatif yang menjanjikan," kata Susi Pudjiastuti.

Menurut Susi, aktivitas pariwisata bahari berbasis Pari Manta yang berkembang akan memberikan manfaat secara ekonomi tidak hanya kepada pelaku wisata, namun juga bagi masyarakat nelayan.

Berdasarkan studi yang dilakukan pada 2013, Indonesia memiliki pariwisata berbasis manta terbesar ketiga di dunia, dengan estimasi nilai total tahunannya mencapai 15 juta dolar AS. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi
Padang, (Antara Sumbar) -Waktu menunjukan pukul 06.50 WIB saat bunyi bel memecah keceriaan pagi di SD Bustanul Ulum yang ...
Baca Juga