TENTANG KAMI | INDEX | REDAKSI | IKLAN | RSS | PETA | KONTAK | KETENTUAN | FORUM | FACEBOOK | Twitter | REGISTER | SIGN IN
Jumat, 20 Januari 2017 - 22 Rabiul Akhir 1438 H

Solok Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Banjir di Nagari Selayo Solok. (Antara/Tri Asmaini)
Arosuka, (Antara Sumbar) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Sumatera Barat mengatakan beberapa daerah rawan tersebut dinyatakan tanggap darurat selama 14 hari sejak musibah itu terjadi.

"Kawasan yang perlu siaga yakni Kecamatan Pantai Cermin, Kecamatan Kubung, Kecamatan Lembah Gumanti, Kecamatan Gunung Talang, dan Kecamatan Junjung Siriah," kata Kepala BPBD Kabupaten Solok Sumatera Barat (Sumbar) Dasril di Arosuka, Minggu.

Ia mengatakan saat ini pihaknya masih siaga dan memfokuskan penanganan di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok Sumbar sebagai salah satu daerah tanggap darurat karena mengalami dampak kerusakan paling parah dan saat ini masih memerlukan bantuan akibat banjir.

Selain itu, kata dia beberapa kawasan masih dalam pantauan dan tanggap darurat terkait bencana banjir dan longsor yang terjadi selama sepekan di Kabupaten Solok Sumbar.

Mengingat cuaca seminggu ini cukup ekstrem pihaknya mengimbau masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana untuk perlu waspada dan tetap selalu siaga dalam menghadapi musibah.

"Karena daerah tersebut merupakan kawasan rawan yang sewaktu-waktu bisa saja akan terjadi bencana seperti dari luapan sungai, lembah dan longsor bukit-bukit," katanya.

Sedangkan untuk kawasan di sekitar Danau Singkarak pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada sebab kapan pun musibah bisa saja terjadi.

"Mengingat tiga hari terakhir hujan terus mengguyur kabupaten dan kota Solok sehingga mengakibatkan meningkatnya volume air Danau Singkarak, allhamdulillah hari ini cuaca sudah mulai cerah," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Solok Sumbar Yulfadri ditemani oleh sekretaris daerah mengatakan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta untuk segera menindak lanjuti mengenai bencana yang terjadi kawasan tersebut.

"Mulai dari Kepala jorong, Wali Nagari, Camat dan seluruh instansi terkait juga harus berperan serta membantu penanganan tersebut," ujarnya.

Ia meminta kepada seluruh SKPD untuk mulai mencarikan solusi menyelesaikan penyebab terjadinya bencana tersebut dan segera membantu korban yang terkena banjir maupun longsor di Kabupaten Solok Sumbar.

"Bahkan, Bupati Gusmal dan dirinya sudah meninjau beberapa lokasi dan turun langsung ke tempat terjadinya musibah tersebut untuk membantu korban banjir maupun longsor dengan memberikan bantuan berupa makanan atau pun dukungan moril," katanya. (*)



Editor : M R Denya

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi/Mardikola Tri Rahmat
Lebih kurang 28 hari lagi warga Kota Payakumbuh, Sumatera Barat akan menentukan masa depan lima tahun ke depan untuk memilih ...
Baca Juga