Senin, 27 Februari 2017 - 31 Jumadil Awwal 1438 H

Pemkot Padang Diminta Tata Lingkungan Berbasis Mitigasi Bencana

Padang, (Antara Sumbar) - Ketua DPRD Kota Padang, Sumatera Barat, Erisman meminta pemerintah setempat menata lingkungan perkotaan yang hijau dan berbasis mitigasi bencana secara berkelanjutan.

"Kota Padang memang rawan bencana, apalagi di tengah perubahan cuaca mendadak saat ini sehingga pemerintah dan masyarakat setempat harus lebih siaga," katanya di Padang, Rabu.

Ia menjelaskan penataan lingkungan perkotaan hijau dilakukan dengan memaksimalkan adanya daerah serapan, pembenahan drainase berkelanjutan serta melakukan pemantauan berkala saluran irigasi hingga tersier.

"Masyarakat setempat juga perlu mengubah pola hidup menjadi peduli lingkungan secara keseluruhan," katanya.

Ia menjelaskan apalagi pada akhir 2016 telah disetujui Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Pohon Pelindung sehingga adanya produk hukum itu juga beriringan dengan tujuan daerah memaksimalkan lingkungan berbasis mitigasi bencana.

Selain waspada kebencanaan banjir dan tanah longsor dengan penataan lingkungan hijau, katanya, pemerintah setempat juga perlu memaksimalkan upaya kesiagaan terhadap gempa, katanya.

Ia mengatakan pembenahan, pemanfaatan serta sosialisasi pada masyarakat terkait selter yang ada di sejumlah titik Kota Padang harus dimaksimalkan oleh pihak terkait sehingga dapat difungsikan semestinya saat terjadi gempa.

"Perlu pendataan ulang terhadap bangunan-bangunan tinggi yang berkonstruksi aman gempa dan tsunami, lalu sosialisasikan kembali pada warga," katanya.

Ia menambahkan anggaran untuk mitigasi bencana pada APBD 2017 sudah menjadi salah satu prioritas, sehingga dalam pelaksanaannya pemerintah setempat secepatnya diminta meningkatkan dan membenahi sarana prasarana yang dibutuhkan.

Terkait mitigasi bencana tersebut, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan pemerintah setempat telah bekerja sama dengan beberapa kampus lokal dan luar daerah untuk meningkatkan kualitas pelaksanaannya.

Ia menyebutkan terdapat beberapa kampus di Sumbar yang telah bekerja sama di antaranya Universitas Andalas dalam hal penanganan banjir bandang, upaya pencegahan banjir di hulu sungai dan penjagaan hutan.

"Ini dilakukan dengan melakukan pengabdian masyarakat di beberapa wilayah di antaranya Pauh, Koto Tangah, Bungus dan lainnya," katanya.

Kemudian dengan Universitas Bung Hatta, Pemkot Padang bekerja sama dalam hal mitigasi bencana tsunami, banjir rob, pasang naik dan pasang surut.

Selain itu juga dengan kampus lokal lain di antaranya Universitas Negeri Padang, Institut Teknologi Pertanian, Universitas Putra Indonesia dan beberapa kampus lain telah dilaksanakan beberapa kali seminar serta sosialisasi kebencanaan. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Yon Machmudi, Ph.D
Padang, (Antara Sumbar) -Apabila tidak ada perubahan maka pada 1-9 Maret 2017 Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, akan ...
Baca Juga