TENTANG KAMI | INDEX | REDAKSI | IKLAN | RSS | PETA | KONTAK | KETENTUAN | FORUM | FACEBOOK | Twitter | REGISTER | SIGN IN
Jumat, 23 Juni 2017 - 29 Ramadhan 1438 H

Solok Selatan Canangkan Gerakan Tanam Padi Serentak

Petani menanam padi di Jorong Lambah, Nagari Sianok Anam Suku, Agam, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Padang Aro, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mencanangkan "Gerakan Tanam Padi Serentak" dalam upaya percepatan tanam untuk menyukseskan upaya khusus swasembada pangan di daerah itu.

"Selain itu untuk memotivasi dan menggerakan petani untuk menanam padi sebanyak-banyaknya," kata Kepala Dinas Pertanian Solok Selatan, Tri Handoyo Gunardi saat mencanangkan "Gerakan Tanam Padi Serentak" di Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Solok Selatan, Jumat sore.

Pencanangan "Gerakan Tanam Padi Serentak" dilakukan pada lahan seluas 50 hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani Panduang Saiyo, Jorong Panduang, Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.

Gerakan tersebut dicanangkan oleh Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria.

Saat ini, sebutnya indeks pertanaman Solok Selatan sudah mencapai 2,6 per tahun, lebih tinggi dari rata-rata indeks pertanaman Sumbar yang hanya 2,3 per tahun.

Dengan semakin sering petani menanam padi, sebutnya, maka indeks pertanaman semakin besar.

"Dengan pencanangan ini, petani tidak hanya menanti tapi sudah tergerak. Tentu ini akan didorong oleh Dinas Pertanian dan Tentara," ujarnya.

Ia menyebutkan, tanam padi serentak ini akan membuat ketahanan produksi akan semakin baik, suplai produksi akan selalu ada dan serangan hama bisa ditekan.

Sementara terkait harga, sebutnya pemerintah akan mengatur agar petani tidak merugi. "Semisal dengan melibatkan Badan Urusan Logistik (Bulog) agar bisa membeli beras petani," ujarnya.

Sementara Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0309/Solok Letnan Kolonel Infantri Irwan Harjatmono menyebutkan pihaknya memiliki sekitar 190 Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang akan mendampingi petani dalam upaya menyukseskan swasembada pangan ini.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa, sebutnya semisal penyuluhan cara tanam yang tepat "Tidak semua penyuluh bisa menjangkau daerah yang sulit. Itu akan dilakukan Babinsa," ujarnya.

Realisasi produksi gabah kering panen Solok Selatan pada 2016 sebanyak 116.747 ton dari target 139.801 ton dengan luas tanam 25.452 ha dan luas panen 24.608 hektare.


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Miko Elfisha
          Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy baru saja menetapkan sistem pendidikan baru ...
Baca Juga