Minggu, 20 Agustus 2017 - 28 Zulqaidah 1438 H

LSM : Sekolah di Padang Dikepung Iklan Rokok

Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 9 Padang, Sumatera Barat yang tergabung dalam duta anti rokok mengganti spanduk iklan rokok yang mengelilingi sekolah tersebut, dengan spanduk berslogan "Tolak Jadi Target" industri rokok (ANTARA SUMBAR/Pratiwi Tamela)
Padang, (Antara Sumbar) - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ruang Anak Dunia Foundation mengungkapkan mayoritas sekolah yang ada di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dikepung oleh iklan rokok.

"Dari hasil pengamatan yang dilakukan rata-rata satu sekolah di Padang dikepung hingga 10 iklan rokok terpasang di warung sekitar sekolah, ini merupakan yang tertinggi karena di daerah lain hanya lima iklan saja," kata Ketua Ruandu Foundation, Muharman di Padang, Jumat.

Menurutnya dari survei yang dilakukan pencetus utama pelajar merokok 50 persen berasal dari pengaruh iklan.

"Apalagi anak muda merupakan target konsumen pengganti yang diincar industri rokok sebagai pengganti perokok dewasa," katanya.

Oleh sebab itu ia berharap pelarangan iklan rokok diterapkan di Padang dalam rangka menyelamatkan generasi muda dari bahaya rokok, lanjut dia.

Ia menyampaikan jika tidak diantisipasi sejak dini maka bonus demografi yang akan dinikmati bangsa Indonesia akan sia-sia sebab generasi muda hari ini yang akan jadi pemimpin masa depan tumbuh tidak sehat.

Sementara Manajer Program Ruandu Foundation Wanda Leksmana mengatakan selama ini iklan rokok yang terpasang di sekitar sekolah luput dari perhatian dan dianggap biasa saja.

"Padahal itu punya pengaruh untuk mengajak siswa mencoba rokok," katanya.

Wanda menyampaikan berdasarkan pemantauan pada warung-warung di sekitar sekolah yang memasang iklan rokok ada yang mengaku dibayar produsen rokok hingga Rp4 juta per tahun.

Ia mengatakan sebelumnya telah dilaksanakan aksi pembongkaran spanduk iklan rokok di warung sekitar sekolah pada lima sekolah yang ada di Padang yaitu SMP Negeri 20 dan SMP Negeri 5, SMP Negeri 11 dan SMA Negeri 9 dan SMA Negeri 8 Padang.

"Kegiatan ini merupakan upaya untuk melawan industri rokok yang menyasar generasi muda sebagai target bersama pelajar yang tergabung dalam duta anti rokok," ujarnya.

Ia mengatakan Ruandu Foundation sejak September 2016 telah melakukan program pendampingan pada 30 sekolah di Padang untuk memperkuat komitmen melindungi siswa dari bahaya rokok.

"Berbagai kegiatan dilakukan dalam pendampingan tersebut mulai dari sosialisasi, aksi kreatif, penggalangan dukungan masyarakat dan lainnya yang melibatkan 600 siswa," ujar dia.

Sementara pemerintah Kota Padang akan menerapkan pelarangan iklan rokok pada 2018 terutama di ruang publik sebagai upaya menyelamatkan generasi muda dari bahaya rokok.

"Setelah dihitung pendapatan dari iklan rokok di Padang hanya sekitar Rp2 miliar per tahun, namun kerusakan yang ditimbulkan akibat rokok luar biasa, jadi kami rencanakan 2018 akan berlakukan pelarangan iklan rokok," kata Wali Kota Padang, Mahyeldi.

Mahyeldi menilai selama ini pesan yang disampaikan iklan rokok penuh dengan kebohongan dan berbeda dengan fakta sebenarnya.

Misalnya ada iklan rokok yang menampilkan pria yang kekar, sehat dan terlihat hebat, padahal secara fakta apa benar kalau merokok orang akan memiliki gambaran seperti yang ada dalam iklan, ujarnya.

Selain itu pelarangan iklan rokok di ruang publik juga merupakan langkah mempersiapkan generasi menyambut bonus demografi pada 2045.

Pada saat itu kepemimpinan bangsa berada di tangan generasi muda saat ini, jika sejak awal mereka sudah diracuni oleh rokok tentu yang akan tampil adalah orang-orang yang tidak berkualitas, katanya. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Fathul Abdi
Teknologi informasi kian hari kian berkembang. Jika dulu masyarakat melakukan segala sesuatu secara manual, kini bisa dilakukan ...
Baca Juga