Minggu, 26 Maret 2017 - 28 Jumadil Akhir 1438 H

Praveen/Debby Gagal Curi Gelar Swiss Terbuka 2017

Ilustrasi. (ANTARA FOTO)
Jakarta, (Antara Sumbar) - Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto gagal mencuri satu gelar di turnamen Swiss Terbuka edisi 2017, setelah tumbang dari duet Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai di partai puncak.

Dalam pertandingan final yang dilangsungkan di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu, Praven/Debby harus mengakui keunggulan Dechapol/Sapsiree dalam pertarungan dua game berdurasi 40 menit dengan skor 18-21 dan 15-21.

Dalam pertandingan itu, pasangan Indonesia berperingkat delapan dunia tersebut sempat tertinggal 3-5 dari Dechapol/Sapsiree di awal game pertama, namun tak butuh waktu lama duet tanah air berhasil mengejar ketertinggalan, bahkan berhasil menyudahi waktu interval dengan keunggulan 11-8.

Selepas jeda interval game pertama, perolehan poin Praven/Debby tersendat, hingga berhasil disalip Dechapol/Sapsiree menjadi 11-12. Meski beberapa kali pasangan tanah air berhasil mengejar dan menyamai poin duet Thailand di angka 12-12, 13-13 dan 18-18, duet Merah Putih harus merelakan game pertama jadi milik pasangan berperingkat 11 dunia itu.

Sejak awal game kedua, perolehan poin kedua pasangan sempat berlangsung ketat dengan beberapa kali terjadi selisih poin hanya berjarak satu di angka 3-2, 5-4 dan 10-9 untuk pasangan Thailand. Duet Thailand berhasil mengamankan waktu interval dengan keunggulan 11-9.

Selepas jeda interval game kedua, pasangan Thailand langsung tancap gas dengan memperoleh tiga poin secara beruntun untuk menjadikan skor 14-10. Walau sempat memperkecil ketertinggalan hingga selisih dua poin menjadi 14-12, pasangan Indonesia tidak bisa menutup keran poin pasangan Thailand dan harus rela mengakui keunggulan pasangan Negeri Gajah Putih dengan cukup telak.

Dengan kekalahan Praveen/Debby ini, Indonesia praktis tidak mendapatkan satupun gelar dalam kejuaraan berhadiah total 120 ribu dolar AS tersebut.

Kekalahan ini juga memperbaharui rekor pertemuan kedua pasangan menjadi sama imbang 2-2 setelah di Syed Modi International Badminton Championships 2016 pada 31 Januari lalu, pasangan Indonesia menang 23-25, 21-9 dan 21-16; sedangkan di Princess Sirivannavari Thailand Masters 2016 pada 9 Februari lalu, pasangan Thailand membalas kekalahan dengan menumbangkan Praveen/Debby 21-13 dan 21-15.

Sementara di pertemuan terakhirnya dalam turnamen Denmark Terbuka 2016 pada 20 Oktober lalu, pasangan Indonesia menumbangkan Dechapol/Sapsiree dengan dua game langsung 21-18 dan 21-19.

Dalam pertandingan sebelumnya di turnamen berlevel Grand Prix Gold ini, pebulu tangkis non unggulan Chen Xiaoxin juga menjadi juara untuk nomor tunggal putri setelah secara mengejutkan berhasil menumbangkan kompatriotnya yang merupakan unggulan tiga turnamen Chen Yufei di partai puncak.

Xiaoxin yang menempati peringkat 64 dunia tersebut berhasil mengungguli kompatriotnya yang menempati ranking 14 tersebut dalam pertarungan dua game berdurasi 53 menit dengan skor 21-19 dan 21-14.

Kemenangan tersebut mengubah rekor pertemuan keduanya menjadi 2-1 untuk keunggulan Yufei, hasil dari pertemuan di Jerman Junior 2014 dan Makau Terbuka 2016. Di Jerman Junior 2014 Yufei menang 19-21 dan 18-21, sedangkan di Makau Terbuka 2016 Xiaoxin kalah 13-21 dan 18-21.

Hingga berita ini ditulis pasangan China Chen Qinchen/Jia Yifan sedang berhadapan dengan duet Bulgaria Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva untuk memperebutkan gelar ganda putri.

Untuk nomor ganda putra, pasangan China Chai Biao/Hong Wei akan menghadapi kompatriotnya Liu Cheng/Zhang Nan dalam pertandingan yang dijadwalkan akan digelar selepas partai ganda putri. Sementara, Lin Dan akan berhadapan dengan kompatriotnya Shi Yuqi untuk memperebutkan gelar di tunggal putra. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Baca Juga