Senin, 1 Mei 2017 - 5 Sya'ban 1438 H

BMKG Maritim Bantu Pantau Kondisi Terumbu Karang

Ilustrasi Terumbu karang yang mulai rusak.
Padang, (Antara Sumbar) - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Andi Eka Sakya mengatakan stasiun BMKG Maritim dapat membantu pemerintah untuk memantau kondisi terumbu karang.

"Salah satu tugas dari BMKG Maritim yakni membuat model dari hasil pengamatan laut mengenai parameter untuk lapisan laut dalam dimana terumbu karang tersebut berada," katanya di Padang saat meresmikan gedung BMKG Maritim Stasiun Teluk Bayur, Senin.

Dengan melihat lapisan laut dalam itu, BMKG Maritim dapat menganalisa salinitas atau tingkat keasinan air laut dan temperatur, jika beberapa analisa tersebut berubah atau menjadi tidak normal maka akan berpengaruh pada perkembangan terumbu karang.

Ia menjelaskan perkembangan terumbu karang memang bukan termasuk tugas pokok dan fungsi BMKG, namun sebagai salah satu instansi yang mengamati dan menganalisa keadaan lingkungan tidak ada salahnya saling mendukung dengan pihak lain.

"Dengan begitu kami juga dapat membantu memberikan informasi mengenai kesehatan terumbu karang kepada instansi terkait seperti Kementerian Kelautan maupun Dinas Kelautan yang berada di daerah," katanyaa.

Selain itu ia menyebutkan saat ini BMKG Maritim di seluruh Indonesia ada 10 unit, namun untuk daerah kepulauan pihaknya memasang alat untuk mendeteksi potensi-potensi bencana yang terjadi di laut.

Tugas utama dari BMKG Maritim, katanya yakni mengamati dan menganalisa potensi-potensi yang akan terjadi di laut seperti gempa dan tsunami dan juga menunjang keselamatan transportasi laut.

"Indonesia merupakan negara kepulauan. Oleh sebab itu keberadaan BMKG Maritim cukup dibutuhkan karena jumlah 10 unit salah satunya di Sumbar namun jumlah itu masih belum mencukupi," katanya.

Ia berharap keberadaan BMKG Maritim terus bertambah di wilayah-wilayah pesisir Indonesia.

Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih pada BMKG yang telah mendirikan stasiun BMKG Maritim di wilayah itu.

"Sumbar membutuhkan informasi-informasi dari BMKG terutama untuk laut karena wilayah ini cukup strategis untuk perhubungan laut," ujarnya.

Selain untuk perhubungan, katanya juga bagi nelayan yang hendak menangkap ikan tentu membutuhkan prakiraan gelombang laut agar mereka aman ketika berlayar. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Mario Sofia Nasution
          Padang, 25/4 (Antara) - Keputusan Tim Semen Padang FC mengontrak pemain bintang dunia atau ...
Baca Juga