Selasa, 17 Oktober 2017 - 27 Muharram 1439 H

Masyarakat Diimbau Tidak Tertipu Telepon Mengatasnamakan Kapolres

Kapolres Solok Selatan AKBP M Nurdin. (ANTARA SUMBAR/Erik Ifansyah Akbar)
Padang Aro, (Antara Sumbar) - Upaya penipuan melalui telepon selular yang mengatasnamakan Kapolres dan Wakapolres Solok Selatan, Sumatera Barat marak terjadi, kendati belum ada laporan terkait kerugian.

Kapolres Solok Selatan AKBP Mochamad Nurdin melalui KBO Intelkam Ipda Kukuh Wibowo mengatakan Kapolres maupun Wakapolres tidak pernah menghubungi siapapun untuk meminta sesuatu. "Apabila ada yang melakukannya maka itu penipuan," ujarnya.

Ia menyebutkan pihaknya telah melakukan antisipasi dengan memberitahukan ini kepada perusahaan maupun perangkat wali bahwa Kapolres dan Wakapolres tidak pernah meminta sesuatu apa pun itu.

Kapolres Solok Selatan, sebutnya sudah memberitahukan kepada seluruh rekan-rekan yang ada di lapangan untuk menginformasikan hal ini.

"Sampai sekarang memang belum ada laporan yang dirugikan tetapi kami melakukan antisipasi sebelum ada korban," katanya.

Kepolisian, sebutnya sudah mendapatkan informasi bahwa ada orang yang mengaku sebagai Kapolres Solok Selatan meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.

Sementara itu Wali Nagari Pasir Talang Nofi Wandra mengatakan, dirinya sudah tiga kali dihubungi lewat telepon selular yang mengaku dari kepolisian untuk meminta data perusahaan.

Yang pertama, katanya mengaku sebagai Kasat Reskrim meminta data perusahaan padahal saat itu kasat Reskrin AKP Doni Aryanto sudah pindah.

Yang terbaru, sebutnya pada Rabu (19/4) dan Kamis (20/4). Penelepon mengaku sebagai Wakapolres Kompol Musrial dan meminta data perusahaan.

"Saya sudah merasa curiga karena tidak mungkin petinggi polisi yang langsung meminta data sehingga tidak terlalu dipedulikan," ujarnya.

Penelpon gelap tersebut, katanya baru sebatas meminta data perusahaan dan belum mengarah pada permintaan uang.

Selain itu, tambahnya yang mengaku Wakapolres juga meminta nomor wali nagari lainnya tetapi tidak diberikan.

Wali Nagari Bomas Zamzami menambahkan ia juga dihubungi oleh orang yang mengaku Wakapolres meminta data tempat pengolahan kayu dan perusahaan.

"Saya tidak memberikan data tersebut tetapi ada nomor wali nagari lain yang ia minta," ujarnya. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi
Padang, (Antara Sumbar) -Waktu menunjukan pukul 06.50 WIB saat bunyi bel memecah keceriaan pagi di SD Bustanul Ulum yang ...
Baca Juga