Selasa, 24 Oktober 2017 - 4 Safar 1439 H

Presiden Sebut Tren Penyalahgunaan Narkoba Belum Turun

Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO)
Surakarta, (Antara Sumbar) - Presiden Joko Widodo menyebut tren penyalahgunaan narkoba belum turun hingga saat ini meskipun sudah 18 bandar narkoba dieksekusi mati selama Pemerintahannya.

"Dalam 2 tahun ini sudah 18 bandar narkoba yang sudah dihukum mati, dieksekusi mati tapi tren masih belum bisa kita turunkan," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Sosialisasi Bahaya Narkoba, Pornografi, dan Kekerasan terhadap Anak yang digelar di GOR Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat.

Oleh karena itu, ia menitipkan pesan kepada generasi muda untuk menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba.

Ia mengatakan, sampai saat ini dalam setiap hari ada 40 hingga 50 orang meninggal karena narkoba.

"Oleh sebab itu saya ingin kita memagari diri sendiri, keluarga, teman, sekolah, kampung, kota supaya kita semua terhindar dari narkoba," katanya.

Pada kesempatan itu sebanyak 1.800 siswa SMP, SMA, dan SMK se-Kota Surakarta hadir dalam kesempatan itu.

"Semua harus bersama bergerak tidak mungkin pemerintah hanya sendiri, harus berani mengatakan tidak kepada narkoba," katanya.

Ia ingin agar lebih banyak generasi muda menjadi duta anti-narkoba agar lingkungannya terhindarkan dari penyalahgunaan narkoba.

Jokowi pada kesempatan yang sama juga memberikan kuis berupaya pertanyaan sederhana kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaannya.

Presiden menanyakan tentang tiga bahaya narkoba bagi kehidpan dan nama-nama suku yang ada di Indonesia. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga