FPTI Sumbar Seleksi Atlet Untuk Kejurnas

id Panjat Tebing

Sawahlunto, Antara - Peserta Kejurnas Panjat Tebing "Wall Climbing Silo 10.000" saat mencoba menaklukkan dinding panjat reguler setinggi 18 meter, pada kelas lomba Youth Lead Umum, Rabu(20/3). Kejurnas tersebut diikuti oleh 200 lebih pemanjat tebing lokal dan nasional untuk memperebutkan total hadiah uang tunai sebesar Rp66 juta. (Dok Antara Sumbar) (Rully Firmansyah)

Sawahlunto, (Antara Sumbar) - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Sumatera Barat, melaksanakan seleksi bagi 90 orang lebih atlet pemanjat asal berbagai daerah provinsi itu di Kota Sawahlunto, Minggu.

"Seleksi ini digelar sebagai persiapan untuk mengikuti kejuaraan nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan akan berlangsung di kota ini pada Agustus 2017," kata Ketua Harian FPTI provinsi itu, Adek Mursalin, di Sawahlunto.

Pada tahapan seleksi kali ini, lanjutnya, akan dibagi menjadi dua tahap untuk meloloskan sekitar 40 atlet yang mewakili FPTI Sumatera Barat pada seluruh cabang yang diperlombakan dalam kejurnas tersebut untuk kategori lead, youth dan boulder tingkat umum dan kelompok umur.

Bagi atlet yang berhasil lolos tersebut akan mengikuti tahapan pemusatan latihan sehingga kemampuan mereka dalam bidang teknik pemanjatan dan stamina bisa lebih ditingkatkan lagi.

"Sehingga mereka mampu mencapai prestasi terbaiknya dan berhasil menjuarai seluruh cabang yang mereka ikuti nantinya," kata dia.

Sementara itu, pelatih utama atlet panjat tebing kota itu, Serma Aspil Abyas, mengatakan secara umum kesiapan anak asuhnya dalam kondisi siap bertanding.

"Masih dibutuhkan beberapa penguatan materi latihan tapi seluruhnya bisa diperbaiki seiring waktu berjalan jelang pelaksanaan kejurnas," ungkapnya.

Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan dalam membentuk karakter mental bagi atlet pemanjat asal kota itu adalah dengan mengikuti berbagai kejuaraan regional dan nasional, sehingga mereka mampu menguji kemampuan sekaligus bisa mengukur kekuatan formasi atlet berbagai daerah di Indonesia.

Salah satunya, lanjut dia, melalui keikutsertaan mereka pada kejuaraan panjat tebing regional Sumatera yang digelar di Batam baru-baru ini.

"Pada kejuaraan tersebut kami berhasil menjadi juara umum untuk kategori lead perorangan putri dan sebelumnya pada Porprov Sumbar 2016 berhasil mengumpulkan sebanyak 7 medali emas berbagai cabang lomba yang dipertandingkan," kata dia.

Terkait kota itu sebagai tuan rumah kejurnas tersebut, salah seorang koordinator panitia, Bonjoi, mengatakan seluruh dinding pemanjatan sudah dalam kondisi siap pakai.

"Pada kejuaraan sebelumnya dinding panjat untuk kategori boulder belum ada, saat ini dinding tersebut sudah rampung dikerjakan dan sudah dipakai pada tahapan seleksi kali ini," jelasnya.

Sementara, lanjutnya, pada kelas Speed Silo Ekstreme 10.000 yang memanfaatkan salah satu bangunan bekas tempat penampungan batu bara sisa aktifitas penambangan di kota itu, untuk pelaksanaannya masih menunggu keputusan pihak FPTI setempat bersama pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sawahlunto.

"Ada beberapa aspek teknis yang harus dimatangkan namun besar kemungkinan kelas tersebut tetap diperlombakan karena merupakan salah satu ikon olahraga panjat tebing di kota ini untuk menaklukkan dinding pemanjatan tertingi di dunia untuk spesifikasi sejenis," imbuhnya. (*)



Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar