Selasa, 22 Agustus 2017 - 30 Zulqaidah 1438 H

Jamin Stok Cabai, Bulog Sumbar Siapkan Lemari Pendingin 30 Ton

Kepala Bulog Divre Sumbar Benhur Ngkaimi (Miko Elfisha)
Padang (Antara Sumbar) - Bulog Divisi Regional Sumatera Barat menyiapkan tiga unit lemari pendingin masing-masing kapasitas 10 ton untuk penyimpanan cabai guna memenuhi kebutuhan selama Ramadhan 1438 Hijriah

"Lemari pendingin ini kita letakkan di Pasar Raya Padang. Namun cabainya bisa didistribusikan ke seluruh daerah di Sumbar," kata Kepala Bulog Divre Sumbar, Benhur Ngkaimi di Padang, Rabu.

Ia mengatakan itu usai menggelar pasar murah di Pasar Raya Padang dalam kegiatan Gerakan Stabilisasi Pangan.

Menurutnya, cabai adalah salah satu komoditas yang seringkali menjadi penyebab inflasi di Sumbar, apalagi menjelang puasa dan lebaran.

Karena itu, Pemprov Sumbar bersama Pemkot Padang meminta Bulog agar lebih fokus dalam pengadaan stok komoditas itu.

"Karena cabai mudah rusak, kita siapkan lemari pendingin untuk menjaga stok cabai selama sebulan," katanya.

Cabai yang akan dijadikan stok menurut Benhur adalah cabai lokal yang dibeli langsung pada petani di sentra cabai Sumbar.

Hal itu untuk menjaga agar petani cabai tidak mengalami kerugian dengan kebijakan stok cabai yang dilakukan Bulog, karena harga jual ditetapkan hanya Rp26 ribu per kilogram.

"Harga itu dipertahankan Rp26 ribu per kilogram, meski harga pasar bisa mencapai Rp80 ribu per kilogram," katanya.

Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Heryanto Rustam mengatakan terobosan Bulog terkait komoditas cabai sangat diapresiasi.

"Ini mungkin yang pertama dilakukan di Indonesia. Kami sangat apresiasi karena masyarakat akan sangat terbantu," katanya.

Ia optimis harga cabai stabil dan tidak menjadi penyebab inflasi pada tahun ini.

Salah seorang masyarakat Padang, Rona mengatakan harga cabai yang terjangkau menjelang Ramadhan dan lebaran sangat membantu ibu-ibu rumah tangga.

"Kami berharap ini berlanjut untuk tahun berikut," kata dia. *




Editor : Miko Elfisha

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Desca Lidya Natalia
     "Jadi Pak ni kalau mau jujur Pak, Saya sampek bilang 'Pak boleh gak sih saya ngomong? KPK itu independen apa ...
Baca Juga