Selama Lebaran, Tarif Kereta Api Padang-Pariaman Tidak Naik

Pewarta : id Kereta Api, Padang-Pariaman

Ilustrasi - (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz/16)

Padang, (Antara Sumbar) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Drive II Sumatera Barat menyebutkan tarif tiket kereta api di daerah itu tidak naik pada Lebaran 1438 Hijriah dan tetap menggunakan tarif Public Service Obligation (PSO).

"Tarif tetap Rp5000, tidak ada kenaikan," kata Humas PT KAI Drive II operasional Sumbar Zainir di Padang, Jumat.

Tarif itu diberlakukan untuk delapan perjalanan kereta masing-masing empat untuk Padang-Pariaman dan empat untuk Pariaman-Padang.

Meski demikian perubahan tarif mungkin saja bisa terjadi dengan catatan ada kereta tambahan untuk melayani masyarakat yang menggunakan jalur tersebut.

"Artinya kalau ada penambahan dari delapan perjalanan kereta yang biasa, bisa jadi tarif berubah," katanya.

Namun ia memprediksi, meski jumlah penumpang cenderung meningkat pada Lebaran, tetapi lonjakannya tidak terlalu signifikan seperti di Jawa sehingga kereta yang ada diperkirakan cukup untuk melayani penumpang.

Sementara untuk jadwal berangkat, Zainir mengatakan memang ada sedikit pergeseran pada H-2 hingga H+3 Lebaran.

"Biasanya dari Padang berangkat pagi pukul 05.45 WIB, pada saat itu akan mundur menjadi 07.30 WIB, lalu dari Pariaman biasanya 06.05 WIB menjadi 06.35 WIB," ujar dia.

Penjualan tiket juga akan dibatasi dari segi jumlah maupun waktu pembelian untuk menghindari munculnya calo.

"Tiket hanya bisa dipesan tiga jam sebelum berangkat," katanya.

Kereta api Padang-Pariaman dan sebaliknya, tidak hanya digunakan oleh masyarakat yang ingin mudik, tetapi juga oleh masyarakat yang ingin berwisata.

Salah seorang warga Padang, Hendra (38) mengatakan, kereta api lebih murah dari jenis transportasi lain. Apalagi, anak-anak juga menikmati perjalanan tersebut.

"Kereta api sempat mati suri di Sumbar sehingga banyak masyarakat yang tidak pernah menikmati alat transportasi ini, apalagi anak-anak. Liburan Lebaran menjadi kesempatan untuk mereka menikmatinya." kata dia. (*)
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar