Minggu, 24 September 2017 - 4 Muharram 1439 H

Siap Menjadi KEK, Mentawai Siapkan Lahan 2.600 Hektare

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. (ANTARA SUMBAR/Miko Elfisha)
Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar), mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang mampu menyiapkan lahan seluas 2.600 hektare dalam satu hamparan untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

"Upaya luar biasa ini bisa menjadi salah satu faktor pendorong percepatan pembangunan Mentawai, terutama sektor perekonomian melalui pariwisata," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Rabu.

Menurutnya percepatan pembangunan Mentawai harus dilakukan dari berbagai sektor, tidak saja infrastruktur jalan darat yang mendesak, tetapi juga sektor lain seperti pariwisata, pendidikan, kesehatan dan sosial.

"Kita sudah beberapa kali membahas percepatan pembangunan Mentawai baik di tingkat provinsi maupun pusat. Bahkan data hasil belasan kali kunjungan langsung ke Mentawai berupa beberapa buku telah dilaporkan ke pemerintah pusat," tambahnya.

Kedatangan Komisi XI DPR RI terkait Mentawai, Selasa(22/8) juga diharapkan bisa memacu pembangunan salah satu daerah terluar RI itu.

"KEK Mentawai ini juga sudah kita sampaikan pada Komisi XI dan mendapatkan tanggapan positif," ujarnya.

Ia mengemukakan secepatnya akan meninjau kesiapan lahan KEK di Mentawai tersebut. "Kalau bisa sekitar 7-8 September 2017," kata dia.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian menjelaskan potensi KEK di daerah itu terdapat pada dua daerah yaitu Kawasan Wisata Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan, dan daerah Taileleu di Kecamatan Siberut Barat Daya, Pulau Siberut.

Pemprov Sumbar menurut dia berupaya agar keduanya bisa masuk menjadi KEK Pariwisata.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Mentawai, Desti Seminora mengatakan berdasarkan kajian yang dilakukan, Taileleu memiliki potensi lengkap untuk investasi pariwisata dengan lahan yang terhubung secara keseluruhan dan lahan tersebut sudah dibeli oleh pihak investor.

Selain memiliki pemandangan alam yang masih alami, Taileleu juga memiliki adat budaya yang terjaga dan potensi wisata bahari yang sangat banyak. Dalam pengembangan KEK pariwisata tersebut, pelestarian budaya menjadi hal penting yang harus dijaga.

KEK yang ada di Mentawai diharapkan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi serta peningkatan taraf perekonomian masyarakat setempat dan memberikan pangaruh positif terhadap iklim pariwisata Sumbar.

Ditargetkan, nilai investasi yang bisa mengalir masuk melalui KEK Mentawai bisa menembus Rp1 triliun. Angka ini nantinya diharapkan bisa mencakup pembangunan bandara, resor dan hotel, serta dermaga baru untuk menampung kapal pesiar. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Riko Syaputra
Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Petugas Rumah Tahanan kelas II B Lubuk Sikaping kembali kecolongan setelah satu warga binaannya ...
Baca Juga