250 Pengrajin Pamerkan Pembuatan Produk Bordir Kerancang

Pewarta : id Bordir Kerancang

Pengrajin Kota Bukittinggi memamerkan cara pembuatan produk bordir kerancang. (Antara sumbar/Ira Febrianti)

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Sebanyak 250 orang pengrajin bordir kerancang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, memamerkan proses pembuatan produk bordir kerancang di pelataran objek wisata Jam Gadang, Jumat.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan setempat, M Idris di Bukittinggi, Jumat, mengatakan kegiatan yang menampilkan pembuatan bordir kerancang untuk mukena dan pakaian itu merupakan rangkaian acara memeriahkan peringatan ke-233 Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi.

Produk bordir kerancang, katanya, adalah salah satu kerajinan unggulan daerah itu yang telah dicanangkan sejak 2007.

"Kegiatan ini sekaligus sebagai sarana evaluasi sudah sejauh mana hasil yang diperoleh setelah adanya dorongan dan pembinaan dari pemerintah bagi masyarakat di kerajinan ini," katanya.

Ia menyebutkan, saat pencanangan sepuluh tahun lalu tersebut, pemkot membina 300 warga untuk mengembangkan kemampuan membuat bordir kerancang dan inovasi produknya.

Pada saat ini, jumlah pengrajin yang dibina telah tumbuh hingga berjumlah 2.000 lebih pengrajin bordir kerancang.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat, Yesi Endriani mengharapkan acara tersebut dapat mendorong berkembangnya produk bordiran maupun pengrajin.

Hal itu sekaligus menjadi langkah mewujudkan Bukittinggi sebagai kiblat busana muslim.

Salah seorang pengrajin, Dewi mengatakan dirinya pertama kali mendapat pelatihan bordir kerancang melalui Kelurahan Campago Ipuah dan membutuhkan waktu satu minggu untuk belajar.

"Saat ini sudah punya toko di Pasar Banto dan sekarang dibina oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan," katanya.

Kebanyakan, ia menjual produk bordiran kerancang untuk mukena, taplak dan pakaian yang banyak dibeli oleh wisatawan lokal maupun luar negeri terutama dari Malaysia. (*)
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar