Lima Perusahaan Australia Tekan LOI untuk Berinvestasi di Sumbar

Pewarta : id LOI

Perwakilan perusahaan Vetea dari Australia yang bergerak dalam bidang pelatihan dan penempatan tenaga kerja menandatangani LOI atau Letter of Intent dengan Pemprov Sumbar terkait investasi. Ikut dalam penandatanganan itu empat perusahaan Australia lainnya. (ANTARA SUMBAR/ Miko Elfisha)

Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat dalam Regional Invesment Forum (RIF) dengan merangkul lima perusahaan Australia untuk berinvestasi di daerah itu.

"Kita ikat lima perusahaan ini dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) atau dokumen persetujuan awal untuk investasi," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu Sumatera Barat, Maswar Dedi di Padang, Senin.

Lima perusahaan Australia itu masing-masing Marine Del Ray yang bergerak di sektor pariwisata, Estern Cost Trading yang bergerak dalam ekspor impor produk kuliner Sumbar.

Kemudian Vetea yang bergerak di sektor pelatihan dan penempatan tenaga kerja. Weignbridgelawyers yang bergerak di bidang infrastruktur dan Study Abroad Migration yang bergerak di bidang pendidikan dan pariwisata ramah lingkungan.

Maswar mengatakan LOI merupakan langkah awal untuk kesepahaman atau MoU dan kontrak kerja. Hal itu merupankan langkah positif untuk menarik investor ke Sumbar.

Sementara itu perwakilan KJRI Sydney Dicky D Soerjanatamihardja menyebutkan perusahaan yang menandatangani LOI tersebut sudah berpengalaman dalam investasi di Indonesia.

"Karena itu kita minta sektor yang ditawarkan pada mereka adalah sektor yang sudah jadi sehingga kemungkinan kerjasama makin besar," ujarnya.

Menurutnya Pemprov Sumbar sudah memberikan tawaran pada sektor terbaik untuk dikembangkan dan ia optimis akan ada tindaklanjut dari penandatanganan LOI itu.

Penandatanganan itu juga dihadiri pejabat kantor perwakilan BKPM di Sydney (IIPC) dan Dinas Tenagakerja Sumbar. (*)


Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar