Dinilai Bermateri "Dewasa", Pariaman Tarik Buku Bantuan USAID

Pewarta : id BUKU BERKONTEN DEWASA

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Yurnal, memperlihatkan buku bantuan United States Agency for Internasional Development Selasa, (17/10). Diperkirakan penyebaran buku bermateri vulgar tersebut telah tersebar ke seluruh sekolah di daerah itu mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. (ANTARA SUMBAR/Muhammad Zulfikar)

Pariaman, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman Sumatera Barat melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga telah memerintahkan seluruh sekolah di kota itu agar menarik seluruh buku yang bermaterikan dewasa.

"Kami telah menginstruksikan kepada setiap kepala sekolah agar menarik buku dari American Medical Association melalui United States Agency for Internasional Development," kata Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Pariaman, Yurnal, di Pariaman, Selasa.

Buku tersebut merupakan bantuan oleh USAID pascagempa bumi yang mengguncang Sumatera Barat pada 2009. Pihaknya menjelaskan bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh organisasi itu ke sekolah tanpa melalui perpanjangan dinas terkait.

Diperkirakan penyebaran buku bermateri vulgar tersebut telah tersebar ke seluruh sekolah di daerah itu mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Pihaknya menegaskan buku yang terdiri atas lima macam eksemplar dengan materi berbau konten dewasa sehingga dinilai tidak layak diajarkan pada anak didik.

Selain tindakan dianggap tidak layak diajarkan kepada anak didik, materi buku tersebut juga dinilai tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

"Beberapa bulan yang lalu pemerintah daerah juga kecolongan dengan beredarnya buku agama yang berisikan konten dewasa, namun sudah ditarik dari peredaran," ujar dia.

Sementara itu Rafki (45) salah seorang wali murid di Kecamatan Pariaman Tengah, mengatakan menyayangkan adanya temuan buku berkonten dewasa kepada anak didik di sekolah.

Pihaknya juga menyayangkan pemerintah daerah yang dinilai kecolongan dalam menerima bantuan pascagempa bumi dari berbagai organisasi internasional seperti USAID.

"Sebagai wali murid saya merasa khawatir dengan keadaan ini, karena dapat merusak moral anak bangsa apabila hal seperti ini tidak ada filterisasi pendidikan," katanya. (*)


Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar