Berita harian sumbar terkini update terlengkap

pt Angkasa Pura
Berita

Payakumbuh - 05/08/2012 09:53 WIB

Realisasi Dana Pengembangan Kakao Payakumbuh 92,37 Persen

Padang, (Antara Sumbar) - Realisasi penggunaan dana untuk kegiatan pengembangan mutu kakao fermentasi di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) menggunakan dana bantuan APBN 2011 dapat terealisasi 92,37 persen.

"Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program peningkatan nilai tambah, daya saing, pemasaran dan ekspor oleh Dirjen Pengolahan dan Pengembangan Hasil Pertanian Kementrian Pertanian," kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di Padang, Minggu.

Ia menjelaskan, dana bantuan untuk kegiatan itu di Payakumbuh dialokasikan sebesar Rp700 juta dengan realisasi sebanyak Rp646,61 juta atau mencapai 92,73 persen
Sedangkan realisasi fisik pelaksanaan kegiatan pengembangan mutu kakao fermentasi di daerah itu dapat dirampungkan seluruhnya atau tercapai 100 persen.

Salah satu usaha peningkatan mutu kakao di Payakumbuh dilakukan dengan pembangunan pabrik mini pengolahan komoditi ini di Kelurahan Kapalokoto, Nagari Auakuniang, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Pabrik mini didirikan untuk menyerap kakao petani di daerah setempat maupun di daerah Kabupaten Limapuluh Kota.

Dana pembangunan pabrik bersumber dari bantuan APBN sebesar Rp700 juta, termasuk untuk biaya pembinaan petani dan pembinaan dalam pengolahan kakao nantinya.

Data Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, menyebutkan lahan perkebunan kakao di lima kecamatan di kota ini telah mencapai 981,18 hektare, terdiri 316,68 hektare tanaman belum menghasilkan (TBM) dan 664,50 hektare tanaman menghasilkan.

Sementara itu, Sumbar sejak ditetapkan sebagai daerah sentra produksi kakao di wilayah Indonesia bagian Barat pada 2006, telah menargetkan pembukaan lahan komoditi ini seluas 83.056 hektar yang dilakukan secara bertahap hingga lima tahun.

Pembukaan lahan dilakukan secara bertahap itu dibiayai bersama oleh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota serta bantuan pusat.

Pada 2006 diawali pembukaan lahan lahan baru kakao seluas 11.827 hektar, 2007 seluas 17.295 hektar, 2008 seluas 18.775 hektar, 2009 seluas 17.295 hektar dan tahun 2010 seluas 17.517 hektar.

Selain membuka lahan, pemerintah juga akan membangun pusat pembibitan nasional tanaman kakao di Sumbar sebagai tindaklanjut ditetapkannya daerah ini sebagai sentra komoditi kakao wilayah Indonesia bagian Barat.

Selain pemerintah pusat dan daerah, pembangunan sentra pembibitan kakao nasional ini juga melibatkan pihak perusahaan coklat PT Nestle, pusat pembibitan Jember Jawa Timur dan perusahaan asal Prancis.

Pusat pembibitan menghasilkan bibit kakao kualitas terbaik nasional yang ditanam pada sentra-sentra produksi di Sumbar dan daerah lainnya di Indonesia. (*/wij)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Payakumbuh - 27/11/2014 01:40 WIB WIB

Wako : Tumbuhkan Cinta Tanah Air Sejak Dini..


Payakumbuh - 27/11/2014 01:34 WIB WIB

16 SK Pengangkatan CPNS Payakumbuh Alami Kesalahan..