Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Berita

Nusantara - 15/09/2012 03:52 WIB

BPOM dan Disprindag Umumkan Sampel Cabai Berpengawet

Ilustrasi pedagang cabe giling. (ANTARA)

Ilustrasi pedagang cabe giling. (ANTARA)

Bengkulu, (Antara Sumbar) - Balai Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Bengkulu bersama Dinas Perdagangan dan dinas kesehatan Kota Bengkulu, mengumumkan hasil tes sampel cabai diduga menggunakan bahan pengawet.

Berdasarkan hasil tes laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu, cabai dijual di Bengkulu aman untuk dikonsumsi karena tidak mengandung bahan pengawet, kata Kepala BPOM Provinsi Bengkulu Zulkifli di Bengkulu, Sabtu.

Ia mengatakan, isu dugaan bahwa cabai dijual di Kota Bengkulu, terutama cabai dari Jawa menggunakan bahan pengawet tidak terbukti.

Dari 15 sampel cabai merah segar dan cabai giling hasilnya nihil dan tidak mengandung bahan pengawet baik jenis formalin atau jenis berbahaya lainnya.

Mestinya BPOM Bengkulu tidak berwenang mengetes bahan makanan segara tersebut karena itu adalah kewenangan dinas kesehatan.

Namun pihaknya diminta dinas perdagangan dan dinas kesehatan untuk ikut meneliti dan mengetes sampel cabai itu, maka dilakukan bersama-sama.

Tugas pokok BPOM adalah meneliti dan mengawasi bahan buatan industri obat dan makanan, namun tetap tidak menutup kemungkinan juga ikut mengawasi bahan makanan segar, ujarnya.

Kabid Perdagangan, Dinas Perindustrian Perdagangan Kota Bengkulu Rahman mengatakan, dugaan cabai mengandung bahan pengawet selama ini tidak terbukti.

Dengan demikian masyarakat diimbau tidak ragu-ragu membeli cabai baik cabai dalam bentuk segar maupun sudah digiling.

"Kami sudah merespon isu dan laporan masyarakat yang mencurigai cabai dari Jawa mengandung bahan pengawet dan ternyata tidak benar," tandasnya.

Seorang pemilik gudang cabai di Kota Bengkulu Syarial mengatakan, selama isu miring yang merebak pada komoditas cabai akhir-akhir, pihaknya bersama pedagang sudah dirugikan.

Akibat isu itu, omzet penjualan cabai turun drastis biasanya setiap pedagang pengecer menghabiskan 30 kilogram cabai perhari, turun menjadi separuhnya.

Sedangkan harganya juga sudah diturunkan mestinya dijual Rp18.000 menjadi Rp15.000 per kilogram, dengan hasil tes BPOM dan tim terpadu itu, maka cabai di Bengkulu aman untuk dikonsumsi, ujarnya. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nusantara - Hari ini, jam 02:50 WIB WIB

Polresta Jambi Amankan 63 Kg Ganja..


Nusantara - Hari ini, jam 02:40 WIB WIB

Wartawan Dilarang Cari Informasi Pesawat Jatuh di..