Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Berita

Kab. Lima Puluh Kota - 20/10/2012 11:38 WIB

18 Hektare Sawah di Limapuluh Kota Terserang Blass

Sarilamak, Sumbar, (Antara Sumbar) - Sebanyak 18 hektare sawah di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat yang ditanami padi jenis varietas Impari 12 di empat kecamatan diserang penyakit blass.

Kabid Perlindungan Tanaman Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Limapuluh Kota Syafirman Efendi, Sabtu, mengatakan empat daerah yang diserang penyakit blass itu adalah Kecamatan Situjuah dengan luas 1,5 hektare, Kecamatan Mungka 2,5 hektare, Kecamatan Guguak 10 hektare dan Kecamatan Harau 5 hektare.

Dia mengatakan, penyakit blass merupakan jenis penyakit berbentuk cendawan dengan jaringan spora yang menyerang pangkal batang padi yang sudah berisi atau dikenal dengan istilah pangkal "malay" batang padi.

Padi jenis varietas Impari 12 merupakan padi jenis varietas nasional dan varietas baru yang merupakan turunan dari padi jenis varietas Shanghiyangsri dari Kabupaten Solok, sangat rentan terhadap penyakit blass karena adanya bermacam-macam faktor seperti iklim, cuaca, kelembapan, topografi, drainase dan kondisi tanah.

Dia menyebutkan di antara penyebab berkembangnya penyakit blass adalah kelembaban dan suhu udara yang tinggi serta banyak mengandung uap air, drainase yang tidak baik di areal sawah dan kondisi tanah yang asam.

Ia mengatakan, intensitas serangan penyakit blass pada tanaman padi terdiri atas jenis ringan (1-25 %), sedang (25-50 %), berat (50-75 %) dan fuso atau yang paling berat intensitas serangannya (75-100 %)," katanya.

Dia menyatakan, intensitas serangan penyakit blass pada Kecamatan Situjuah dan Mungka termasuk ringan, pada Kecamatan Harau sedang dan pada Kecamatan Guguak di Nagari Simpang Sugiran termasuk fuso atau yang paling parah dengan intensitas serangan 85 % yang menyebabkan padi tidak bisa dipanen, karena semua tanaman padi musnah digerogoti penyakit blass.

"Solusi penyakit blass ini dengan cara pengapuran tanah yang berfungsi untuk meningkatkan derajat keasaman tanah dimana PH tanah netral enam setengah sampai tujuh, memperbaiki drainase dengan membersihkan pematang sehingga ekosistem yang mengganggu di sawah dapat dibuang, memberikan jarak tanam padi sehingga kelembaban dapat dikurangi dan cahaya matahari dapat masuk ke areal sawah,"kata dia.

Syafirman menyebutkan, penyakit blass ini dapat diatasi petani dengan cepat melalui kerjasama antar kelompok petani dan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, sehingga areal sawah lain tidak terkena penyakit blass.

"Penyakit blass hanya terjadi kasusnya pada tahun ini dan pada jenis padi varietas Impari 12 saja yang sangat rentan terhadap penyakit blass, pada 2011 dan tahun sebelumnya tidak pernah terjadi kasus blass di Kabupaten Limapuluh Kota,"katanya.

Dia berharap penyakit blass ini tidak terjadi lagi pada tahun berikutnya dan petani memperhatikan faktor-faktor yang dapat menimbulkan penyakit blass berkembang cepat sehingga mereka telah siap untuk mengantisipasi. (tik)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Kab. Lima Puluh Kota - 15/10/2014 08:34 WIB WIB

Bupati: Pembangunan dan Pelayanan Publik harus..


Kab. Lima Puluh Kota - 06/10/2014 07:28 WIB WIB

Dua Jorong Kenagarian Kubang Korbankan 100 Ekor..