Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Berita

Kab. Solok Selatan - 10/01/2013 07:06 WIB

Kerusakan Hutan Paling Parah Pada Zaman Reformasi

Padang Aro, Sumbar, (Antara Sumbar) - Kepala Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Seksi Pengelolaan Taman Nasional (STPN) Wilayah IV Solok Selatan, Sumatera Barat M Zainudin mengatakan kerusakan hutan paling parah terjadi pada zaman reformasi.

"Pada zaman reformasi dari 1997 hingga 2000 merupakan puncak kerusakan hutan di Indonesia mencapai 2,83 juta hektare," katanya di Padang Aro, Kamis.

Berdasarkan data pada rentang tahun 1982-1990 kerusakan hutan di Indonesia sebanyak 0,9 juta hektare, 1990-1997 meningkat jadi 1,8 juta hektare.

Sedangkan pada zaman reformasi dari 1997-2000 mencapai 2,83 juta hektare dan tahun 2000-2005 turun menjadi 1,08 juta hektare.

Ia menyebutkan, kemampuan pemerintah untuk rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) hanya 500 ribu - 700 ribu hektare per tahun.

Sedangkan laju deforestasi atau kerusakan mencapai 1,08 juta hektare sehingga luas lahan yang rusak dengan laju rehabilitasi tidak seimbang.

Berdasarkan data tahun 2006 menunjukkan luas lahan kritis di Indonesia mencapai 30,196 juta hektare. Dan jika ada kawasan hutan yang masih terjaga itu hanya berada di kawasan konservasi.

Karena hutan di kawasan konservasi masih terjaga, maka dijadikan warisan Asean atau Asean Heritage Park (AHP) dan dunia atau World Heritage Site (WHS).

Ia menjelaskan, alasan TNKS dijadikan warisan dunia karena bentuk-bentuk alam (fisk dan biologi) mempunyai nilai yang menonjol secara universal (estetis atau ilmu pengetahuan).

Selain itu jelasnya, juga formasi geologis dan fisiografi telah mempunyai batas yang jelas, habitat dari satwa dan tumbuhan yang terancam dengan nilai menonjol secara universal (ilmu pengetahuan atau konservasi).

Yang tidak kalah penting kata dia, karena habitat dan area alami mempunyai nilai menonjol secara universal atau keindahan alamnya.

TNKS kata dia, diakui sebagai milik dunia dan kelestariannya juga dimonitor oleh masyarakat dunia.

"Untuk itu pemerintah maupun Pemkab di daerah harus melindungi, mengamankan dan melestarikan TNKS," katanya. (**/rik/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Kab. Solok Selatan - 22/10/2014 06:13 WIB WIB

Wabup: Jangan Bayarkan Proyek Bermasalah..


Kab. Solok Selatan - 22/10/2014 05:34 WIB WIB

Wabup Temukan Proyek yang Diduga Asal-asalan..