Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Berita Duka
Berita

Bukittinggi - 11/01/2013 10:17 WIB

Tidak Ada Ganti Rugi Jalan Bebas Hambatan

Bukittinggi (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat menekankan tidak akan ada sistem ganti rugi dalam penyelesaian lahan pembangunan jalan bebas hambatan atau "by pass".

Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Yuen Karnova, Jumat (11/1) mengemukakan, penyelesaian jalan bebas hambatan atau "by pass" dengan memakai sistem konsolidasi.

Dana telah dialokasikan Rp2,450 miliar pada APBD 2013 untuk belanja ganti kerugian tersebut sebagai biaya ganti kalau ada tanaman, bangunan dan taman-taman orang dan lain yang tidak konsolidasi.

"Dana itu ntuk pembebasan tapi bukan untuk membeli tanah. Tanahnya-kan tanah konsolidasi sehingga tidak boleh dibeli. Kalau ada tanah-tanah lain yang Pemkot cadangkan, kalau memang diperlukan di sina uangnya digunakan nanti," kata dia.

Saat ini Pemkot telah mengalokasikan dana sebesar Rp3 miliar dalam APBD tahun 2013 untuk penyelesaian jalan "by pass".

Dari Rp3 miliar tersebut antara lain dipergunakan untuk belanja pegawai Rp272.000.000 dan belanja barang dan jasa Rp2.727.200.000.

Pada rekening belanja barang dan jasa sebesar Rp2.727.200.000 antara lain dipergunakan untuk kegiatan bahan pakaian habis Rp4.175.000, bahan material Rp4.500.000, belanja jasa kantor Rp2.700.000.000, belanja cetak dan pengadaan Rp3.545.000, belanja makan dan minum Rp14.980.000.

Sedangkan di belanja jasa kantor Rp2.7000.000.000 itu yaitu untuk kegiatan belanja sertifikasi Rp50.000.000, belanja ganti kerugian Rp2.450.000.000 dan belanja jasa apraisal atau penilaian Rp200.000.000.

Menurut dia, dalam tahun 2013 ini sejumlah titik tanah konsolidasi by pass tersebut sudah dapat dituntaskan yaitu di dekat pandam kuburan serta pada kampus Muhammadiyah.

Tanah konsolidasi "by pass" tak kunjung tuntas penyelesaian sejak tahun 1992. Saat ini sebagian dari ruas jalan telah diberi batas untuk pembangunan jalur dua. Saat ini pembangunan jalur dua itu terkendala karena di beberapa titik ada pemagaran oleh warga.

Pemagaran by pass baru muncul ketika dilakukan pengaspalan pada jalan. Adanya dana dialokasikan untuk belanja penggantian by pass atau ganti rugi tak seharus ada karena telah memakai sistem konsolidasi. (*/ham/wij)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Bukittinggi - 21/09/2014 07:52 WIB WIB

Warga Bukittinggi Gembira Hujan Hilangkan Kabut..


Bukittinggi - 06/09/2014 04:39 WIB WIB

Fasli: Puncak Bonus Demografi Indonesia Tahun 2028..