Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Ultah ANTARA 77
Berita

Nusantara - 05/02/2013 08:15 WIB

Wartawan Trans7 Alami Kekerasan oleh Manajemen Indolakto

Sukabumi, (Antara Sumbar) - Wartawan Trans7 yang bertugas di Sukabumi, Ahmad Fikri mengalami kekerasan oleh pihak manajemen PT Indolakto di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi saat sedang melakukan peliputan kecelakaan kerja di perusahaan itu.

Bahkan, Fikri pun diseret oleh pihak keamanan perusahaan tersebut dan diusir, padahal sebelum melakukan peliputan ia sudah meminta izin kepada pihak perusahaan dan petugas keamanan untuk meliput.

"Saat sedang mengambil gambar tiba-tiba saya diusir oleh pihak manajemen PT Indolakto padahal saya sebelumnya sudah meminta izin, tidak hany itu saya pun diseret oleh petugas dan dilarang mengambil gambar tentang adanya kecelakaan kerja yang menimpa tukang las di perusahaan itu," kata Fikri kepada Antara, Selasa.

Saat peliputan dirinya juga tidak sendiri ada wartawan lainnya seperti wartawa Dian TV, Rawin Ceking. Ia pun sempat meminta maaf kepada pihak perusahaan, kedatangannya ke PT Indolakto murni untuk liputan dan dirinya pun menggantungkan indentitas wartawannya.

"Saya datang dengan baik-baik ke perusahaan itu, dan tidak ada maksud saya menjelekan PT Indolakto dengan adanya kecelakaan kerja itu. Tetapi saya dihalang-halangi dan mendapatkan ancaman dari petugas serta manajemen perusahaan," tambahnya.

Sementara, Ketua Sukabumi Journalist Forum (SJF), Fitriansyah Nachrowi, mengatakan, aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum perusahaan tersebut tidak bisa ditolerir, karena wartawan yang meliput peristiwa kecelakaan kerja sudah meminta izin sebelumnya dan datang dengan baik-baik.

"Ini sudah masuk ke ranah pidana karena dengan sengaja pihak perusahaan menghalang-halangi dan melakukan kekerasan dengan cara menyeret wartawan tidak dibenarkan oleh undang-undang pers. Seharusnya pihak perusahaan bisa dengan baik-baik membicarakan masalah tersebut," kata Fitriansyah yang juga wartawan TVRI.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi, Ahmad Rayadi menambahkan, aksi yang dilakukan oleh pihak perusahaan dengan cara menghalang-halangi dan melakukan kekerasan terhadap wartawan yang sedang melakukan tugasnya berarti telah melanggar UU nomor 40 tahun 1999 tentang Kebebasan Pers. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nusantara - Hari ini, jam 10:34 WIB WIB

Sejumlah Rumah Warga Bengkalis Terendam Banjir..


Nusantara - Hari ini, jam 10:33 WIB WIB

Jateng Alokasikan Rp1 Triliun untuk..