Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Ultah ANTARA 77
Berita

Kab. Pasaman Barat - 20/02/2013 05:52 WIB

Warga Aia Gadang Hadang Tim Sengketa Suriname

Simpang Ampek, (Antara Sumbar) - Puluhan warga dan ninik mamak Nagari Aia Gadang (desa adat) Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar menghadang tim tunjuk batas sengketa lahan transmigrasi Suriname di Jorong Tongar, Selasa.

"Kami merasa tidak dihargai dan tidak diberitahu sebelumnya. Apa tujuan tunjuk batas ini. Jangan salahkan jika ada bentrok fisik nantinya dilapagan,"kata seorang ninik mamak Aia Gadang, Aswandi Dt Majo Sampono.

Mendengar ancaman dan melihat keramaian warga, tim penyelesaian sengketa lahan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat, AKBP Prabowo Santoso bersama DPRD, BPN dan pihak Pemkab Pasaman Barat.

Setelah dihadang massa, tim penyelesaian akhirnya membawa persoalan ini gedung DPRD setempat untuk bermusyawarah. Hasilnya satu minggu ini persoalan itu akan diselesaikan hingga tuntas.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Prabowo Santoso menegaskan pihaknya komit untuk menyelesaikan sengketa lahan di Tongar ini. Pihaknya akan bekerja secara bertahap dan harus jelas satu persatu sehingga jelas akar permasalahannya.

"Kepada semua pihak agar dapat bersabar dan tidak terpancing dengan hasutan karena semua permasalahan akan ada jalan keluarnya," kata Kapolres.

Dia menjelaskan kepada yang pihak yang sedang bersengketa agar bisa melihat secara jernih semua permasalahan. Permasalahan ini, katanya tentu tidak terlepas dari peran pihak-pihak yang berkepentingan pada saat pertama sekali lahan itu diserahkan kepada warga Suriname di Tongar.

"Hal inilah yang harus ditelusuri dan dilihat sejauh mana letak permasalahannya. Jangan menegakkan ego sendiri-sendiri tapi mari bermusyawarah dan mengambil jalan keluarnya," tegas dia.

"Saya tegaskan kami siap menyelesaikan dan memfasilitasi setiap permasalahan lahan di Pasaman Barat termasuk sengketa di Tongar. Saya tegaskan agar tidak ada yang memprovokasi kasus ini sehingga menimbulkan SARA," tegas dia.

Ditambahkan Kapolres pihak Bank Nagari Simpang Ampek memiliki peran besar munculnya semua persoalan ini. Karena pihak Bank Nagarilah salah satunya yang memicu munculnya persoalan ini. Munculnya keterlibatan pihak Bank Nagari (BPD) Simpang Empat yang telah menyetujui Kredit KKPA KUD Saiyo Aiagadang Kecamatan Pasaman dan PTP Nusantara VI juga ikut sebagai mitra kerja.

Belakangan ini diketahui telah dicairkan dana Rp 18.925.000.000 untuk luas lahan 2846 hektar atau Rp6.650.000/hektar. Peminjam itu dari KUD Saiyo Aiagadang untuk anggota sebanyak 1.290 orang. Sumber dana itu dari Bank Indonesia (BI) 65 persen dan BPD Sumbar 35 persen.

Ninik Mamak lain, Marwan Hakim Dt Magek Putih juga mengatakan persoalan ini harus diselesaikan dengan cepat. Jika tidak maka akan bisa menimbulkan bentrok fisik.

"Kita tuan rumah tidak ingin diacak-acak oleh orang luar. Persoalan ini harus jelas dan berdasarkan surat penyerahan maka itu saja yang dipatuhi. Jangan munculkan persoalan baru," katanya.

Ketua LSM Gema Pasaman Barat, Khairul Amri menyebutkan, pihaknya juga berharap agar pemerintah daerah juga harus komit menuntaskan persoalan ini. Karena sebelumnya, telah disampaikan pemerintah daerah untuk memanggil pihak CV Tunas Rimba pemiliknya Edi Hartono tapi belum ada realisasinya.

Anehnya lagi, setelah warga Tongar melakukan demontrasi ke kantor bupati dan DPRD lalu Dinas Perkebunan mengeluarkan surat keterangan tanda daftar usaha.

"Berarti selama ini CV Tunas Rimba itu tidak ada izinnya, ada apa ini, bayangkan berapa kerugian masyarakat selama ini," jelasnya. (*/aml/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Kab. Pasaman Barat - 20/12/2014 11:46 WIB WIB

Meskipun Belum Jelas, KPU Pasbar Siap Laksanakan..


Kab. Pasaman Barat - 18/12/2014 05:34 WIB WIB

Dishut Buat Posko Pengawasan Hutan pada 2015..