Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Berita

Nasional - 16/03/2013 08:39 WIB

Joko Santoso: Demokrasi di Indonesia Belum Siap

Serang, (Antara Sumbar) - Mantan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menegaskan penerapan demokrasi di Indonesia hingga kini belum siap dilaksanakan, karena belum memadainya tingkat pendidikan, kesejahteraan dan kultur bangsa.

"Kita sesungguhnya belum siap menerima demokrasi," kata Djoko Santoso dalam dialog dengan mahasiswa dan pelajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Bangsa, Serang, Sabtu.

Menurut dia, selama 15 tahun terakhir lompatan demokrasi sangat besar dan bisa memberikan sinyal desentrasi bangsa.

Ancaman desentrasi bangsa dengan adanya gangguan dari dalam, seperti perebutan kekuasaan, perbedaan pendapat, suhu politik juga konflik merebak di mana-mana.

Pada era otonomi daerah juga sering terjadi konplik pendukung politik dinasti maupun jagonya yang kalah dalam pemilihan kepala daerah.

"Konplik itu tentunya bisa mengancam gangguan keamanan juga sesentrasi bangsa," katanya.
Sedangkan, ujar dia, ancaman gangguan dari luar dengan adanya kompetisi antarbangsa juga bagaimana kompetisi merebutkan sumber daya.

"Kita harus bersatu dan bekerja keras untuk memperbaiki kualitas bangsa yang kuat," katanya.

Menurut dia, bahwa sesungguhnya demokrasi di Indonesia belum siap karena tingkat kesejahteraan belum merata juga pendidikan belum memadai.

Semestinya, kata dia, demokrasi itu harus dibarengi dengan kesejahteraan.

"Saya kira jika masyarakat belum sejahtera tentu ekses lompatan demokrasi cukup besar menjadikan ancaman desentrasi bangsa," katanya.

Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Banten Rijal mengatakan kegiatan dialog kebangsaan ini untuk mengenalkan pemahaman-pemahaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena itu, pelajar maupun mahasiswa harus mengetahui jati diri bangsa Indoensia.

"Dengan dialog kebangsaan ini kami berharap pelajar dan mahasiswa lebih mencintai tanah air sendiri," katanya. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - 31/10/2014 08:55 WIB WIB

Epyardi Tiba-Tiba Mundur dari Kandidat Ketum PPP..


Nasional - 31/10/2014 07:58 WIB WIB

PBSI: Gerakan Angkat Raket Munculkan Bibit Atlet..