Berita harian sumbar terkini update terlengkap

pt Angkasa Pura
Berita

Provinsi - 19/05/2013 08:39 WIB

Ombudsman Sumbar: Praktik Percaloan Masih Terpantau

Padang, (Antara Sumbar) - Lembaga Pengawas Pelayanan Publik Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar), menyatakan masih terpantau adanya tindakan percaloan di tempat-tempat pelayanan publik provinsi itu.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar Yunafri, di Padang, Minggu, mengatakan, temuan Ombudsman Sumbar selama melakukan monitoring, masih ada temuan praktik percaloan bahkan yang dilegalkan oleh pemberi jasa pelayanan publik didaerah ini, dengan berbagai cara.

"Dari hasil monitoring tersebut, praktik percaloan tersebut jelas terlihat, dan harus dihapuskan, agar tidak merugikan masyarakat, dan ini perlu kesadaran semua pihak menyikapi hal tersebut," kata Yunafri.

Dia menambahkan, ombudsman sendiri hingga saat ini telah melakukan sosialisasi, atas tindakan yang tidak sesui dengan undang-undang dan peraturan yang ada, agar kedepannya pelayanan publik di provinsi ini dapat sesuai dengan apa yang telah diamanankan.

Pelayanan publik yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 dan Peraturan Peresiden Nomor 96 Tahun 2012 tersebut, yang dikeluarkan pada Oktober 2012, telah dijelaskan bahwa pelayanan bagi masyarakat umum harus memenuhi beberapa poin yang harus ditaati penyelenggara pelayanan itu, dan jika tidak dapat dikenai sanksi sesuai peraturan.

Ombudsman mencontohkan salah satu penemuan masih adanya percaloan tersebut, berada di Kantor Imigrasi Sumbar, yang diduga bekerja sama dengan pihak terkait, serta masih banyaknya persoalan percalaon lainnya yang masih dalam penanganan lembaga tersebut.

"Temuan semacam ini tentu jika tidak ditindak lanjuti akan terus merugikan masyarakat, serta merusak sistem yang ada," ujarnya.

Yunafri menambahkan, untuk Imigrasi sendiri, beberapa hari yang lalu, mereka telah datang ke kantor Ombudsman, untuk menindaklanjuti temuan tersebut, dan telah diminta agar persoalan yang terjadi di tempat itu segera di atasi.

Sehubungan dengan itu, masyarakat juga harus menyadari pentingnya kesaran terhadap pelayanan publik ini, sebagaimana tertuang dalam UU 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman, apabila masyarakat yang menggunakan layanan pada pelayanan publik tidak puas, bisa melaporkan ke atasan penyelenggara pelayanan publik tersebut, jika tidak ditanggapi baru dilaporkan ke Ombudsman, dan Ombudsman yang melakukan klarifikasi ke penyelenggara pelayanan publik bersangkutan.

Sementara itu, terkait keberadaan Ombudsman sendiri, saat ini mereka juga merasa dalam melaksanakan kegiatan telah mendapat teror oleh orang yang tidak dikenal, salah satunya berupa pengacak-acakan kantor yang dilakukan orang yang masuk ke kantor tersebut pada Jumat malam (17/5), dan melarikan satu unit kamera yang berisikan hasil jepretan atau investigasi selama ini.

"Kantor diacak-acak orang tidak dikenal tadi malam, dan diperkirakan ini bentuk teror terhadap tugas yang kita jalankan di provinsi ini, namun kita tidak bisa menuduh siapa pelakunya, semua diserahkan pada pihak berwajib," tagasnya. (*/eko/wij)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Provinsi - 25/11/2014 09:23 WIB WIB

Polisi: Keterangan Ahli Konstruksi Lengkapi..


Provinsi - 25/11/2014 06:42 WIB WIB

Dua Petinggi Bank Nagari Divonis Setahun Penjara..