Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Berita

Nusantara - 23/05/2013 11:42 WIB

Wamendikbud: Kurikulum 2013 Sesuai Rencana

Sentul, Jawa Barat, (Antara Sumbar) - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim menegaskan pelaksanaan kurikulum 2013 sesuai dengan rencana yaitu Juli sekalipun dilakukan secara bertahap.

"Kita sudah sosialisasikan ke semua pihak termasuk parlemen dengan tujuan agar mereka bisa memahami," kata Musliar kepada pers di Sentul, Jawa Barat, Kamis.

Hal itu disampaikan usai membuka Pelatihan Nasional Pembelajaran Hidup Bersama Diantara Perbedaan Budaya dan Agama Melalui Saling Pengertian, yang dihadiri 45 guru se Indonesia.

Pelatihan diadakan atas kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Unesco, serta Yayasan Face to Faith Tony Blair.

Menurut Musliar, saat menyusun kurikulum 2013 kementeriannya telah menghimpun tidak kurang 500 guru, dosen, praktisi pendidikan sehingga sudah menjadi model yang cocok dalam memasuki abad ke-21.

Dia mengatakan, kurikulum baru tersebut sebenarnya sudah diajarkan di sejumlah sekolah unggulan di Jakarta dan daerah.

"Kita tidak mau anak didik kita hanya sebagian kecil yang mendapat kurikulum yang tidak mengikuti model terbaru sesuai abad 21," kata Musliar.

Kurikulum 2013, katanya, dipersiapkan bagi siswa untuk menghadapi tantangan yang kian kompleks dan tidak menentu.

"Pendidikan abad 21 harus fleksibel, inovatif dan kreatif maka perlu kurikulum yang baik. Kurikulum harus disesuaikan kehidupan nyata dan ilmu nyata dan pendekatan disiplin," kata Musliar.

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco Arief Rachman, mengatakan materi pelatihan nasional yang diberikan kepada guru tersebut sudah sesuai dengan Kurikulum 2013.

Salah satu materi yang disampaikan kepada guru adalah mengenai kejujuran yang mencakup antara lain saling hormati, saling mengerti, saling peduli, minat dan semangat kembangkan hak asasi manusia, tanggung jawab sosial, solidaritas, keadaan sosial tanpa diskriminasi, toleransi dan saling terima.

"Hal itu bisa dijalankan bila kita bisa memahami sejarah serta perbedaan diantara suku bangsa," katanya,
Dalam kurikulum juga akan diajarkan kepada siswa bagaimana
hadapi perubahan era globalisasi, ketegangan politik, perbedaan kaya miskin, sekolah unggulan dan biasa, konflik sosial.

"Jangan menggunakan cara menyelesaikan masalah sosial dengan kekerasan," kata Arief. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

202 Daerah Bakal Pemilu Kada Serentak 2015

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nusantara - Hari ini, jam 07:44 WIB WIB

Batok Pala Sulut Laris di Pasar Internasional..


Nusantara - Hari ini, jam 07:09 WIB WIB

Penalti Naser Pupuskan Ambisi PSM Makassar..