Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Berita

Nasional - 24/05/2013 02:00 WIB

Strategi Industri Hilirisasi Perlu Dibenahi

Jakarta, (Antara Sumbar) - Indonesia for Global Justice (IGJ) menilai strategi hilirisasi industri yang ditetapkan pemerintah dalam rangka menghadapi Asean Economy Community (AEC) 2015 telah salah arah, karena itu perlu segera dibenahi.

"Strategi hilirisasi saat ini berdampak pada hilangnya kedaulatan ekonomi dan kolapsnya industri nasional, karena itu hilirisasi harus segera dibenahi,"kata Kepala Riset dan Monitoring IGJ, Rachmi Hertanti, di Jakarta, Jumat.

Menurut dia strategi hilirisasi saat ini lebih diarahkan untuk memenuhi pasar global dan mengandalkan pengelolaannya kepada asing, sehingga berdampak pada hilangnya kedaulatan ekonomi Indonesia.

Rachmi mengatakan dalam persaingan bebas AEC 2015, pemerintah seharusnya memperkuat industrialisasi nasional, karena kenyataannya hari ini, sektor industri kita masih didominasi oleh asing.

Berdasarkan data BKPM, investasi asing masih mendominasi industri primer dan sekunder.

Di sektor industri primer, Penanaman Modal Aasing (PMA) telah mencapai Rp109,5 triliun pada 2012, dan Rp42,3 triliun pada 2013 dimana sektor pertambangan mendapatkan posisi tertinggi.

Di sektor industri sekunder, PMA masih merajai dengan nilai sebesar Rp63,8 triliun pada 2012, dan Rp7,5 triliiun pada 2013 dengan sektor industri logam dasar dan industri kimia berada pada porsi terbesarnya.

"Indonesia merupakan pasar terbesar dan kaya sumber daya alam di kawasan ASEAN. Jangan sampai dua modal besar ini malah dieksploitasi oleh Negara lain. Fokus pemerintah harus ke dalam, bukan ke luar," ujar Rachmi.

Pada tahun 2012, produksi buah-buahan di Indonesia cukup tinggi yaitu 61,5 juta ton dengan ekspor sebesar 43,8 juta ton.

Namun, jumlah ini masih kalah bersaing dengan masuknya buah impor yang lebih banyak terserap pasar Indonesia dengan nilai sebesar 785,5 juta ton.

Untuk itu, dalam waktu 2 tahun menuju AEC 2015, IGJ mendesak Pemerintah Indonesia segera membangun industrialisasi nasional yang menekankan pada demokrasi ekonomi Indonesia dan bukan pada liberalisasi ekonomi.

Harus ada pembatasan kepemilikan asing disektor-sektor strategis nasional.

Dalam agenda hilirisasi, Pemerintah telah menetapkan tiga sektor prioritas pembangunan industrialisasi nasional yang akan terintegrasi di dalam ASEAN, yaitu industri berbasis hasil tambang, industri berbasis pertanian, dan industri berbasis SDM dan pasar domestik. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 06:48 WIB WIB

Jepang akan Buka Sekolah Animator di Indonesia..


Nasional - 31/10/2014 08:55 WIB WIB

Epyardi Tiba-Tiba Mundur dari Kandidat Ketum PPP..