Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Berita

Nasional - 04/06/2013 08:51 WIB

Longsor di Tegal Tewaskan Lima Orang

Ilustrasi longsor. (Antara)

Ilustrasi longsor. (Antara)

Jakarta, (Antara Sumbar) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa bencana tanah longsong yang terjadi di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah telah mengakibatkan lima orang meninggal dunia, Selasa sore.

"Hujan deras telah menyebabkan tanah longsor dan menimbun lima orang penggali tanah di Desa Karang Mulya, Kelurahan Bojong di Kabupaten Tegal pada Selasa (4/6) pukul 15.45 WIB," kata Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tegal, TNI, relawan, dan warga setempat telah berhasil melakukan evakuasi korban. Evakuasi dilakukan secara manual karena alat berat tidak memungkinkan didatangkan ke lokasi longsor.

Dia menyebutkan lima orang korban bencana longsor itu telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi yang terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki, yaitu Khotimah Binti Tahyid (50), Sapuroh Binti Nawawi (55), Rumanah Binti Wasrap (50), Tarmudi Bin Nurdi (60), Akhamid Bin Dukat (45).

"Para korban adalah penambang tanah untuk bahan batako. Kejadian bermula saat mereka menggali di tebing setinggi lima meter. Penggalian ke bawah tanah sedalam dua hingga tiga meter, dan tiba-tiba tanah di tebing yang berupa kebun longsor," kata Sutopo menjelaskan.

Sehubungan dengan banyaknya jumlah bencana hidrometeorologi yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, pihak BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan cuaca ekstrem yang mudah berubah.

Sebelumnya, BNPB menyatakan bahwa telah terjadi sebanyak 573 bencana hidrometeorologi selama Januari hingga Mei 2013 di beberapa wilayah di Indonesia.

"Mulai Januari sampai Mei 2013 tercatat 573 kejadian bencana hidrometeorologi yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia," kata Sutopo.

Dia menjelaskan bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang berhubungan dengan perubahan iklim dan cuaca, seperti banjir, longsor, puting beliung, kekeringan, kebakaran lahan dan hutan, dan gelombang pasang.

Bencana hidrometeorologi tersebut, menurut dia, telah mengakibatkan 252 orang meninggal dunia, 512.080 orang menderita dan mengungsi, 30.525 unit rumah rusak, serta puluhan fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah mengalami kerusakan.

Dia memaparkan dari total 573 kejadian bencana itu, 212 diantaranya adalah banjir, 195 kejadian puting beliung, dan 138 bencana tanah longsor.

"Tanah longsor menyebabkan 115 orang meninggal, sedangkan banjir 94 orang meninggal. Banjir juga mengakibatkan 431.828 orang mengungsi," jelasnya.

Namun, dia juga mengatakan bahwa data tersebut merupakan data sementara yang diperoleh dari Posko BNPB.

"Masih banyak data yang tersebar di kementerian, lembaga, dan Badan- yang belum dikirimkan ke BNPB," ujarnya.

"Berdasarkan pengalaman beberapa tahun sebelumnya, diperkirakan data riil kejadian bencana mencapai tiga kali lipat dari data yang sudah terkumpulkan," kata Sutopo menambahkan. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Lulus PTN Jadi Acuan Penghargaan UN

PERSPEKTIF

Masyarakat Tunggu Janji Parpol

Oleh: Ahmad Buchori

Pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sepertinya bakal menghadapi sejumlah tantangan berat, sehingga keseriusan dan fokus penyelenggara negara..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - 19/04/2014 09:12 WIB WIB

PSSI Siap Gulirkan Kembali Piala Soeratin..


Nasional - 19/04/2014 09:11 WIB WIB

Pengamat: Tak Ada Jaminan Duet Jokowi-JK Harmonis..