Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Berita

Nasional - 27/06/2013 08:15 WIB

Pemerintah Alokasikan Rp801 Miliar untuk Irigasi Kecil

Irigasi. (Antara)

Irigasi. (Antara)

Jakarta, (Antara Sumbar) - Pemerintah memastikan akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp801 miliar untuk Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air bagi irigasi kecil.

anggaran itu merupakan bagian dari proyek infrastruktur dasar kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di sektor Sumber Daya Air senilai Rp2 triliun pada 2013, kata Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Eko Subekti kepada pers di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan P4-ISDA mempunyai tiga program besar, yaitu penyediaan air baku untuk daerah rawan air, yang mendapatkan anggaran Rp899 miliar, lalu pengamanan pantai di kawasan miskin seperti di utara Jawa yang terkena abrasi pantai sebesar Rp299,8 miliar.

"Yang ketiga ini yang paling top, itu adalah irigasi kecil untuk irigasi kecil yang disebut P4-ISDA-IK yang mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp801 miliar,¿ katanya.

Eko menjelaskan, melalui kegiatan itu, diharapkan dapat menumbuhkan partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan rehabilitasi irigasi kecil sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan prinsip kemandirian.

Selanjutnya kriteria provinsi yang mendapatkan adalah diutamakan pada 15 provinsi lumbung beras yang memberikan kontribusi pada kurang lebih 90 persen produksi padi nasional 2012, seperti Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan dan lain-lain.

Untuk masyarakat penerima bantuan yang disebut juga Kelompok penerima Manfaat (KPM) adalah Perkumpulan petani pemakai air (P3A)/ gabungan perkumpulan petani pemakai air (GP3A)/induk perkumpulan petani pemakai air (IPA3A) yang telah berbadan hukum, P3A/GP3A/IP3A yang telah disahkan dengan SK Kepala Daerah, Kelompok petani yang disahkan dengan Akte Notaris dan kelompok petani yang disahkan dengan SK Kepala Desa.

"Jenis belanjanya adalah belanja bantuan sosial untuk pekerjaan fisik dan belanja barang dilakukan untuk tenaga pendamping yang terdiri dari konsultan manajemen pusat, konsultan pendamping dan tenaga pendamping masyarakat (TPM)," katanya.

Kemudian, lanjut Eko, jenis kegiatannya adalah rehabilitasi jaringan irigasi yaitu saluran pembawa baik primer, sekunder dan/atau tersier, saluran pembuang, bangunan irigasi, jalan inspeksi dan bangunan pelengkap seperti gorong-gorong, tangga cuci, tempat mandi hewan dan lain-lain.

"Alokasi dananya per desa berkisar Rp178 juta di 4000 desa,¿ kata Eko.

Eko mengungkapkan, untuk tahap persiapan, antara lain dilakukan survei rehabilitasi serta detil disain dan verifikasi usulan rehabilitasi irigasi kecil pada desa penerima bantuan sosial.

Ia menambahkan, setidaknya ada lima tahap pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi kecil yakni pertama, penandatanganan pakta integritas dan penandatanganan kontrak. Kedua, penyaluran atau pencairan dana bantuan sosial. Ketiga, pelaksanaan rehabilitasi irigasi. Keempat, pemantauan dan pengawasan pelaksanaan konstruksi. Kelima, pencatatan, pendokumentasian serta pelaporan kegiatan. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

3000 Aparat Amankan Daerah Rawan Macet

PERSPEKTIF

Puasa dan Piala Dunia 2014

A.R. Loebis Oleh: A.R. Loebis

Babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 di Brazil sudah selesai digelar dan ada hikmahnya bagi pemain Iran dan Bosnia-Herzegovina yang tidak lolos ke..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - 31/07/2014 08:23 WIB WIB

Analis: Peralihan Pemerintahan Baru Pengaruhi IHSG..


Nasional - 31/07/2014 08:19 WIB WIB

Pemuda Muhammadiyah: Pengosongan Identitas Agama..