Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Berita

Provinsi - 03/07/2013 07:50 WIB

Segmen Sumpur dan Suliti Perlu Diwaspadai

Ilustrasi. (Antara)

Ilustrasi. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, menyatakan dari empat segmen patahan yang dapat mengakibatkan gempa bumi, dua diantaranya harus diwaspadai masyarakat.

Manajer Pusat Pengendalaian Operasional BPBD Sumbar Ade Edwar di Padang, Rabu, mengatakan, terkait gempa 6,2 Skala Richter (SR) yang berpusat di 35 kilometer dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dengan kedalaman 10 km, yang juga menurut para ahli karena pergeseran Patahan Sumatera atau Semangko, patut diwaspadi karena di Sumbar ada empat segmen dari patahan tersebut.

"Empat segemen patahan semangko yang ada di Sumbar tersebut yakni segmen Sumpur di Kabupaten Pasaman, Segmen Sianok dari Kabupaten Agam hingga Danau Singkarak di Kabupaten Tanah Datar, Segmen Sumani di Kabupaten Solok, dan Segmen Suliti di Kabupaten Solok Selatan," kata Ade.

Dia menambahkan, empat dari dua segmen tersebut sudah lama tidak terjadi gempa, dan dua lainnya telah terjadi gempa pada 2007 dan juga awal 2013.

Dua segmen yang berpotensi untuk terjadi gempa tersebut adalah segmen Sumpur yang membentang di Kabupaten Pasaman, dimana kekuatanya bisa mencapai 6,9 SR, sebab telah hampir 150 tahun tidak terjadi gempa, demikian juga dengan segmen Suliti yang sudah yang terakhir kali terjadi gempa tahun 1943.

Sebab itu bahaya gempa darat tersebut juga patut diwaspadai masyarakat di sekitar segmen patahan tersebut, dimana perlu adanya program-program rumah aman gempa.

"Kita menyadari gempa tidak dapat diprediksi, namun masyarakat tentu harus tetap waspada, dan perlu mengetahui dimana mereka tinggal, agar antisipasi terhadap bencana alam dapat ditingkatkan," ujarnya.

BPBD Sumbar juga menjelaskan, jika gempa terjadi akibat segmen patahan semangko tersebut, diprediksi akses masuk akan terhambat, saat terjadi bencana alam, dikarenakan perkiraan dapat menimbulkan lingsor di lereng-lerang bukit menuju lokasi tersebut.

"Jika gempa akibat segemen patahan tersebut terjadi akses masuk ke daerah itu nantinya diperkirakan hanya dapat melakui jalur udara, sebab itu masyarakat juga harus menjadi desa tanggu, didaerah rawan tersebut," jelasnya.

Ade menambahkan, sejak 2012 BPBD telah memprogramkan dan mensosialisasi agar masyarakat dapat membentuk desa tangguh tersebut, untuk antisipasi jika terjadi bencana alam, dan gempa Aceh harus dijadikan pelajaran untuk kesiapan masyarakat menghadapi bencana alam. (*/eko)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

3000 Aparat Amankan Daerah Rawan Macet

PERSPEKTIF

Puasa dan Piala Dunia 2014

A.R. Loebis Oleh: A.R. Loebis

Babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 di Brazil sudah selesai digelar dan ada hikmahnya bagi pemain Iran dan Bosnia-Herzegovina yang tidak lolos ke..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Provinsi - 24/07/2014 09:04 WIB WIB

LSM Dukung Penuntasan Kasus Alkes RSUD Padang..


Provinsi - 24/07/2014 03:31 WIB WIB

KPK Imbau Penyelenggara Negara Tolak Gratifikasi..