Berita harian sumbar terkini update terlengkap

HUT RRI Padang
Berita

Nasional - 04/07/2013 05:43 WIB

Perpanjangan Amnesti Diharapkan Dimanfaatkan Perbaiki Status Ketenagakerjaan

Jakarta, (Antara Sumbar) - TKI di Arab Saudi diharapkan untuk dapat memanfaatkan perpanjangan waktu amnesti untuk memperbaiki status ketenagakerjaannya, jika masih ingin bekerja di negara tersebut secara legal.

"(Perpanjangan amnesti) Ini merupakan kesempatan yang baik bagi para TKI, sehingga mereka masih bisa memiliki waktu untuk mengurus dan melengkapi dokumen ketenagakerjaan dan bisa menjadi tenaga kerja yang legal di Arab Saudi," kata Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga kerja (Binapenta) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) Reyna Usman di Jakarta, Kamis.

Pemerintah Arab Saudi memberikan perpanjangan waktu amnesti hingga 3 November dari sebelumnya 3 Juli bagi para warga negara asing ilegal di negara tersebut untuk memperbaiki status mereka menjadi pendatang legal.

Sedangkan pemerintah Indonesia mendorong para TKI ilegal yang masih ingin bekerja di negara tersebut untuk memperbaiki status ketenagakerjaan mereka menjadi legal.

Untuk mempercepat proses pengurusan dokumen ketenagakerjaan, pemerintah Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi, terutama untuk membantu mempermudah pengurusan kelengkapan dokumen kerja bagi TKI yang ingin bekerja kembali di Arab Saudi.

Reyna mengatakan untuk mempercepat pengurusan dokumen ketenagakerjaan, pihak Kemnakertrans terus berupaya membantu para TKI dengan menjalankan Program Perbaikan Status ketenagakerjaan (PPSK) di Arab Saudi.

"Sebagian besar TKI yang mengurus SPLP di KJRI Jeddah mengemukakan keinginannya untuk tetap bekerja di Arab Saudi secara legal. Oleh karena itu kita bantu mereka agar melengkapi dokumen-dokumen ketenagakerjaan yang dibutuhkan untuk perbaikan status kerja ini," tuturnya.

Reyna mengatakan setelah menyelesaikan pengurusan data keimigrasian, bagi TKI yang ingin tetap bekerja diwajibkan melengkapi syarat pengurusan ijin kerja di Arab Saudi yang sesuai dengan peraturan Undang-undang No.39/2004.

"Kita terus bekerja keras melakukan verifikasi dan analisis data yang diajukan TKI. Pengecekan ulang terhadap kelengkapan dokumen ketenagakerjaan harus dilakukan dengan teliti terutama bagi TKI yang ingin bekerja kembali di Arab Saudi," ujar Reyna.

Ia menambahkan pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi terutama untuk membantu mempermudah pengurusan kelengkapan dokumen bagi TKI yang ingin bekerja kembali di Arab Saudi.

"Kita akan terus berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi dan meminta bantuan agar tenaga kerja kita bisa mendapatkan kemudahan dalam memperoleh pengguna kerja (majikan) yang disertai kelengkapan datanya untuk pengurusan perjanjian kerja," tukasnya.

Dalam perjanjian kerja yang baru itu maka harus dicantumkan beberapa kesepakatan diantaranya pembayaran gaji melalui perbankan, mendapatkan libur sehari dalam seminggu atau kompensasi sebesar 50 riyal, dijaminnya akses komunikasi dengan keluarga di Indonesia serta jaminan asuransi. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 01:47 WIB WIB

Indonesia Tunggu Kejutan di Asian Games..


Nasional - Hari ini, jam 01:47 WIB WIB

Luthfi Hasan Yakin Tetap Bisa Berpolitik..