Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Berita

Nasional - 08/07/2013 03:54 WIB

Presiden ke Aceh Pantau Pelaksanaan Tanggap Darurat

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Antara)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Antara)

Jakarta, (Antara Sumbar) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan melakukan kunjungan ke lokasi bencana gempa Aceh untuk memastikan proses tanggap darurat berjalan dengan baik, dan semua kebutuhan dipenuhi.

"Insya Allah besok saya ke Aceh untuk memastikan yang diperlukan terpenuhi. Saya simpulkan bahwa langkah-langkah pascatanggap darurat terus dilakukan. Proses rekonstruksi lebih cepat dan lebih baik," kata Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, saat memimpin rapat paripurna kabinet mengenai penanganan bencana dan persiapan Ramadhan.

Dalam rapat kabinet yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono tersebut, Presiden mengatakan secara rutin berkomunikasi dan mendapat laporan dari satuan tugas yang bertugas di Aceh.

Sementara itu pada akhir pekan, tim Staf Khusus Presiden telah mengunggah informasi mengenai rencana kunjungan Presiden itu di akun jejaring sosial twitter Presiden Yudhoyono, @SBYudhoyono.

"Presiden SBY pelajari laporan gempa Aceh. Pada 9 Juli 2013, beliau akan tinjau pusat bencana di Kabupaten Bener Meriah, Aceh," menurut keterangan dalam akun tersebut yang menyertasi sebuah foto Presiden tengah berada di meja kerjanya.

Menurut informasi dari wartawan Antara di Bener Meriah, Presiden Yudhoyono dijadwalkan berdialog dengan korban gempa dan meninjau langsung lokasi bencana terparah di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Komandan Posko Terpadu Bencana Aceh Tengah dan Bener Meriah Kol Inf Hipdizah di Redelong menyatakan Kepala Negara akan mendarat di Bandara Malikussaleh, Kota Lhokseumawe kemudian melanjutkan perjalanan ke Bener Meriah dengan helikopter.

Tiba di Bandara Rembele, Bener Meriah, Presiden Yudhoyono langsung meninjau lokasi bencana di Desa Blang Mancung dan Desa Serempah di Kecamatan Ketol.

Kecamatan Ketol merupakan kawasan terparah akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter pada Selasa (2/7), karena hampir 90 persen rumah penduduk rusak parah.

Selanjutnya, dua desa di kecamatan yang berada di lereng gunung, yakni Desa Bah dan Serempah, amblas yang mengakibatkan rumah dan belasan warga bersama tanah longsor dan menutup sungai di bawahnya.

Di dua desa tersebut diperkirakan ada 12 orang yang tertimbun, dan lima orang sudah ditemukan, sedangkan tujuh lagi masih dalam pencarian.

Hipdizah yang juga Danrem 011/Lilawangsa itu menyatakan, tim relawan yang terdiri anggota TNI, Polri, SAR, dan Sentra Komunikasi Mitra Polri akan melanjutkan pencarian korban.

Untuk memudahkan pencarian, dikerahkan tiga alat berat. Selain itu, katanya, penyaluran makanan dan kebutuhan lain berjalan lancar, sehingga diharapkan selama masa tanggap darurat hingga tanggal 17 Juli 2013, persediaannya tetap lancar.

Gempa yang terjadi pukul 14.35 WIB, itu mengakibatkan 38 orang meninggal dunia, yang tersebar di Bener Meriah 9 orang dan Aceh Tengah 29 orang, sedangkan luka berat 160 orang lebih.

Mengenai jumlah rumah yang rusak, Hipdizah menyatakan, masih dalam pendataan yang lebih akurat. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

202 Daerah Bakal Pemilu Kada Serentak 2015

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 06:08 WIB WIB

Sebelum Mundur, Menhut Segera Selesaikan Tugasnya..


Nasional - 20/08/2014 08:32 WIB WIB

Wamendikbud: Komersialisasi Buku K13 Pelanggaran..