Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Berita

Nasional - 30/08/2013 06:35 WIB

Label FSC Verifikasi Produk dari Hutan Bersertifikat

Jakarta, (Antara Sumbar) - Label bertuliskan "FSC" (Forest Stewardhip Council) memverifikasi sebuah produk yang diproduksi dari hasil hutan yang bersertifikat, yaitu hutan dengan pengelolaan berstandar nasional dan internasional.

"Dengan menggunakan produk berlabel FSC, masyarakat ikut serta dalam melestarikan hutan demi kepentingan bersama," ujar Perwakilan Nasional Indonesia dari organisasi lingkungan FSC Hartono Prabowo di Jakarta, Kamis.

Hartono mengatakan bahwa pada dasarnya FSC merancang standar pengelolaan hutan. Namun, dengan FSC Chain of Custody (COC), organisasi lingkungan yang berpusat di Jerman ini juga memberikan standar sertifikasi terhadap berbagai produk dari hasil hutan.

Hartono mengemukakan bahwa perusahaan dapat mengajukan produknya untuk disertifikasi kepada 12 lembaga sertifikasi di Indonesia yang sudah diakreditasi oleh FSC.

Selanjutnya, kata Hartono, pihak lembaga sertifikasi akan menilai dan mengkaji produk dari perusahaan tersebut berdasarkan lima standar pengelolaan produk dari hasil hutan bersertifikat.

"Lama penilaian sekitar tiga hari untuk mengkaji aktivitas di pabrik. Namun, hal ini tergantung pada berapa banyak auditor dan berapa banyak hal-hal yang akan dikaji," katanya.

Menurut Hartono, terdapat tiga jenis label FSC untuk sebuah produk, yaitu FSC 100 persen. Produk tersebut 100 persen berasal dari hutan bersertifikasi, FSC Mix yaitu produk tersebut 50 persen berasal dari hutan bersertifikasi dan 50 persen dari hutan lain yang pengambilannya tetap memperhatikan lingkungan, serta FSC Recycle yaitu produk tersebut berasal dari kayu yang didaur ulang.

Dengan label tersebut, tambah Hartono, memverifikasi bahwa produk yang dihasilkan ikut menjaga kelestarian dan manfaat hutan untuk manusia sebagai kebutuhan akan lingkungan sehat, saran sosial dan mengembangkan perekonomian rakyat.

"Label tersebut akan berlaku hingga lima tahun, namun akan dilakukan pengkajian dan audit setiap tahun, untuk memastikan bahwa pabrik atau perusahaan tersebut masih memenuhi standar sertifikasi yang ditetapkan," kata Hartono.

Menurut Hartono, berbagai tipe produk dapat disertifikasi oleh FSC, seperti produk furnitur, kemasan makanan, pajangan dari kayu dan sebagainya.

"Sejak 1996 sampai 2013, terdapat 194 produk di Indonesia yang sudah berlabel FSC. Jumlahnya kadang naik turun. Kebanyakan memang produk tersebut akan diekspor. Namun, kami akan mendorong produk lain yang berorientasi lokal untuk berlabel FSC," ujar Hartono.

FSC adalah sebuah organisasi lingkungan independen, non pemerintah dan non profit yang berdiri sejak 1993, setelah konferensi Perserikatan Bangsa Bangsa pada tahun 1992 yang membahas soal perkembangan berkelanjutan yang fokus terhadap bisnis.

FSC memiliki misi untuk kepentingan sosial bagi manusia, ekologikal dengan memperhatikan perbedaan makhluk hidup dan ekonomi sebagai tanggung jawab dan kebutuhan. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

3000 Aparat Amankan Daerah Rawan Macet

PERSPEKTIF

Puasa dan Piala Dunia 2014

A.R. Loebis Oleh: A.R. Loebis

Babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 di Brazil sudah selesai digelar dan ada hikmahnya bagi pemain Iran dan Bosnia-Herzegovina yang tidak lolos ke..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - 31/07/2014 08:23 WIB WIB

Analis: Peralihan Pemerintahan Baru Pengaruhi IHSG..


Nasional - 31/07/2014 08:19 WIB WIB

Pemuda Muhammadiyah: Pengosongan Identitas Agama..