Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Berita

Nasional - 04/09/2013 05:52 WIB

BNN Ungkap Kasus Sabu Sumut dan Jakarta

Jakarta, (Antara Sumbar) - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap dua kasus peredaran gelap narkoba jenis sabu yang dilakukan di Tanjung Balai, Sumatera Utara, dan Rawamangun, Jakarta Timur.

Dari siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Selasa, menyebutkan pengungkapan kasus berawal dari upaya penyelundupan 6,9 kilogram sabu ke Tanjung Balai, pada 14 Juni 2013.

Pada 23 Agustus 2013, BNN mengamankan seorang tersangka berinsial SS di Tanjung Balai. SS ditangkap atas kepemilikan kapal yang digunakan oleh jaringan sindikat narkoba internasional untuk mengangkut sabu dari Malaysia ke Tanjung Balai.

Sebelumnya pada 14 Juni 2013, petugas BNN telah mengamankan dua orang tersangka berinisial I dan JS setelah melakukan serah terima sabu atas perintah seseorang berinisial B yang dilakukan di dalam sebuah mobil di bilangan Afdeling Alaras Desa Pondok XII, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Rencananya JS akan menyerahkan sabu tersebut kepada seseorang berinisial M yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara.
Selain kedua tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 6.912,72 gram sabu yang dikemas dalam tujuh plastik dan disembunyikan dalam ember.

Sabu asal Malaysia ini masuk ke Tanjung Balai pada 13 Juni 2013 dengan diangkut sebuah kapal milik tersangka SS dengan mendapatkan upah Rp35 juta per kilogram sabu.

Sementara dalam pengungkapan kasus peredaran narkoba di Rawamangun, Jakarta Timur, berawal dari tertangkapnya seorang kurir sabu berinsial MR alias GZ di dalam bus Lorena di terminal bus Rawamangun, Jakarta Timur, pada 25 Agustus 2013, sekitar pukul 17.30 WIB.

MR kedapatan membawa 155 gram sabu yang dikemas dalam dua bungkus plastik dan disembunyikan di dalam kotak sereal.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui MR mengaku diperintah oleh seorang narapidana untuk mengambil paket sabu di sebuah mini market yang berada di kawasan Utan Kayu.

Hingga saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka guna pengembangan lebih lanjut.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau pidana penjara seumur hidup. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 06:38 WIB WIB

Kompolnas Minta Polri Proposional Tangani..


Nasional - Hari ini, jam 06:34 WIB WIB

Indonesia Pasar Terbesar Komponen Otomotif..