Berita harian sumbar terkini update terlengkap

pt Angkasa Pura
Berita

Bukittinggi - 01/05/2013 12:05 WIB

Pemkot Bukittinggi akan Tertibkan Terminal

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Bukittinggi akan menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di dalam terminal guna mengembalikan fungsi terminal sebagai tempat menaik dan menurunkan penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi, Idris, Selasa, menyebutkan, saat ini kondisi terminal semakin semrawut akibat ditempati PKL dan parkir kendaraan roda empat (plat hitam) dan roda dua.

"Pada Rabu (1/5) kami akan menggelar rapat bersama dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) membahas tentang pernertiban terminal," kata dia.

Ia menyampaikan, SKPD yang akan dilibatkan dalam rapat tersebut yakni Satuan Polisi Pamong Prajat (Satpol PP), Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan lainnya.

Selain akan menertibkan terminal, kata dia, pihaknya juga akan membongkar kembali pembatas jalan yang dibuat di dalam terminal, yang sebelumnya dijadikan sebagai jalur angkutan.

Selain itu, menurut dia, pihaknya akan membenahi saluran air yang berada di dalam terminal karena telah tersumbat. "Saat ini sudah ada dana Rp100 juta untuk perbaikan saluran itu," kata dia.

"Kondisi terminal sekarang memang semrawut sehingga perlu dibenahi," katanya sambil menyebutkan, pedagang berjualan di areal terminal tersebut merupakan pedagang di Pasar Aur Kuning.

Saat ini kodisi terminal tipe A Simpang Aur Kuning tampak semakin semrawut akibat dipenuhi PKL dan parkir kendaraan roda empat (plat hitam) dan roda dua di areal terminal itu.

Keadaan seperti itu terkesan terminal tak lagi terurus di mana hampir seluruh titik di areal terminal ditempati PKL. Petugas perhubungan tidak berdaya menindak PKL yang telah merubah fungsi terminal menjadi pasar.

Sebelumnya Pemkot Bukittinggi dalam mendukung terminal agar berfungsi secara maksimal telah membangun loket dan tower, yang dikerjakan pada 2007. Bangunan selesai dikerjakan akhir Desember 2009.

Dana dihabiskan senilai Rp2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dengan jumlah keseluruhan loket sebanyak 68 unit, sesuai dengan jumlah perusahaan angkutan, terkesan hanya menghabiskan uang semata.

Pasalnya, areal sekeliling loket dan ruang tunggu dipenuhi pedagang. Bahkan, loket seharusnya sebagai tempat pelayanan karcis penumpang ternyata dipenuhi titipan baran-barang dagangan sejumlah PKL. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Bukittinggi - 20/10/2014 04:19 WIB WIB

DKP: Nelayan Jangan Gunakan Bagan 30 GT..


Bukittinggi - 21/09/2014 07:52 WIB WIB

Warga Bukittinggi Gembira Hujan Hilangkan Kabut..