Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Berita Duka
Berita

Nasional - 01/06/2013 01:06 WIB

Pesona Batik Madura Tembus Pasar Luar Negeri

Batik. (Antara)

Batik. (Antara)

Bangkalan, (Antara Sumbar) - Pesona Batik Madura yang merupakan mitra binaan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mampu memasarkan produknya ke pasar luar negeri, di antaranya Jepang, Australia, Italia, Prancis, dan Thailand.

"Setelah bermitra dengan PT Semen Indonesia TBk, Pesona Batik Madura menunjukkan perkembangan dan pertumbuhan usaha dengan omzet per bulan Rp300 juta dan mampu menyerap 400 orang pekerja," kata pemilik Pesona Batik Madura Siti Maimonah, Sabtu, pada acara kunjungan mitra binaan PT Semen Indonesia Tbk di Bangkalan Madura, Jawa Timur.

Menurut dia, saat ini, penjualan batik Madura sebagian besar dipasarkan di Jakarta, Bali, Yogyakarta, dan Surabaya dengan enam outlet yang tersebar serta mempekerjakan 400 orang tenaga kerja.

"Selain itu, kami juga melakukan penjualan ke luar negeri, misalnya, Jepang, Thailand, Australia, dan Italia," jelas Maimonah.

Siti Maimonah mengatakan bahwa dirinya lahir sebagai generasi keempat dari keluarga pebatik Madura.

Berawal dari hobinya membatik, Maimonah memiliki misi awal hanya ingin menghidupkan kembali batik Madura yang sudah mulai punah dengan cara berinovasi dalam menciptakan motif-motif batik.

"Saya hanya meneruskan warisan dari orang tua saya dalam membatik dan awalnya cuma hobi. Setelah itu, saya mulai mencintai hobi saya membatik,"ujarnya.

Dia menambahkan, dari hobi itu, dirinya mendapatkan sumber penghasilan keluarga dan akhirnya masyarakat Madura juga ikut merasakannya.

Pada tahun 1990-an, dengan modal dasar awal hanya Rp5 juta, Maimonah memberanikan diri untuk membuka kembali usaha batik milik keluarganya dengan mengupah empat pegawai.

Kemudian, pada tahun 2005, akhirnya Maimonah menjadi mitra binaan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang dahulu bernama PT Semen Gresik Tbk. Setelah dirinya bermitra dengan Semen Indonesia, usahanya langsung mendapatkan dana segar dari perusahaan semen pelat merah tersebut untuk pengembangan.

"Kami dapat dana segar awal sebesar Rp15 juta dan Rp20 juta. Karena mulai berkembang, berikutnya kami juga mendapatkan dana sebesar Rp 100 juta dari Semen Indonesia," ungkap Maimonah.

Lebih lanjut Maimonah menuturkan bahwa pada awalnya usaha batik miliknya ini tidak memproduksi batik lembaran dengan harga di bawah Rp500 ribu. Namun, karena saat ini batik sudah menjadi tren fesyen dan karena besarnya permintaan pasar, akhirnya Pesona Batik Madura memproduksi batik dengan harga minimal Rp60 ribu hingga Rp200 ribu.

Ia mengatakan bahwa ciri kas dari batik Madura adalah warnanya yang cenderung cerah dan motifnya yang beragam. Adanya proses pembuatan batik tulis Madura yang memakan waktu lama, dan memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Tidak heran, untuk selembar kain batik Madura milik Maimonah ada yang dibanderol hingga seharga Rp7,5 juta.

"Prosesnya yang lumayan memakan waktu lama hingga berbulan-bulan, dan memiliki tingkat kesulitan tinggi, kami membanderol harga perlembarnya bisa mencapai Rp7,5 juta," katanya.

Lebih lanjut Maimonah mengatakan,"Intinya kami sangat berterima kasih sekali kepada PT Semen Indonesia Tbk. Karena dengan bermitra dengannya, kami bisa mengembangkan bisnis batik Madura hingga ke manca negara." (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 12:26 WIB WIB

Muhamad Husen Jadi Plt Dirut Pertamina..


Nasional - Hari ini, jam 12:24 WIB WIB

Presiden Ingin Generasi Mendatang Hargai Jasa..