Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Ultah ANTARA 77
Internasional - 21/02/2013 05:44 WIB

Antioksidan Belum Tentu Kurangi Resiko Stroke dan Dementia

(Antara/Reuters) - Mengonsumsi antioksidan dalam jumlah tinggi ternyata tidak mengurangi peluang terkena dementia atau stroke, berdasarkan sebuah studi, meskipun beberapa bukti menunjukkan bahwa vitamin tertentu dapat melindungi otak.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Neurology itu menyimpulkan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi antioksidan dalam jumlah tinggi, seperti yang terkandung dalam kacang-kacangan buah-buahan, tetap saja memiliki resiko yang sama untuk terjangkit stroke dengan mereka yang tidak mengonsumsi antioksidan.

"Selama ini ada anggapan umum yang menyebutkan bahwa antioksidan dapat membantu seeorang, tetapi fakta yang sebenarnya jika kita lihat pada masing-masing antioksidan, maka khasiat masing-masing antioksidan itu dapat berbeda tergantung pada kondisi tubuh penggunanya," kata pemimpin studi itu Elizabeth Devore dari Rumah Sakit Wanita Brigham di Boston.

Studi yang dilakukan di Belanda itu melibatkan 5.395 orang berusia 55 tahun ke atas, yang melaporkan bahwa mereka sering mengonsumsi 170 jenis makanan berbeda paa 1990. Devore dan rekannya kemudian meneliti para peserta tersebut selama 14 tahun.

Selama periode tersebut, 599 orang di antaranya terdiagnosa mengidap dementia -- termasuk 484 orang yang mengidap Alzheimer -- serta 601 orang di antaranya terkena serangan stroke.

Disimpulkan juga bahwa tidak ada kaitan antara pola konsumsi antioksidan dengan volume sel otak, berdasarkan pemindaian yang dilakukan terhadap 462 peserta itu.

Devore mengerti bahwa studi tersebut hanya meneliti makanan yang dikonsumsi, sehingga tidak dapat mengetahui efek dari suplemen antioksidan yang mungin saja memiliki dampak atas resiko stroke atau dementia. Tetapi timnya juga yakin bahwa ada jenis antioksidan yang memiliki efek positif bagi otak.

"Ada sejumlah studi yang menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin E dalam jumlah tinggi berpotensi mengurangi resiko dementia," kata Devore kepada Reuters. Hal yang sama juga berlaku bagi vitamin C dan resiko stroke.

Hal tersebut meyimpulkan bahwa orang tetap harus mengonsumsi buah dan sayura, termasuk kacang-kacangan, serta mencari tahu jenis antioksidan apa yang cocok untuk dirinya," katanya.

Contoh makanan yang kaya akan vitamin E sayuran hijau adalah bayam, almond, dan brokoli, sementara makanan bervitamin C tinggi adalah daun-daunan yang berwarna hijau tua, pepaya, jeruk dan strawberries.

"Untuk penyakit demetia dan stroke khususnya, jika anda khawatir dengan penyakit itu, maka anda harus mengonsumsi vitamin E untuk dementia dan vitamin C untuk stroke," katanya. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Internasional - Hari ini, jam 01:30 WIB WIB

Muhammad Ali Masuk Rumah Sakit karena Radang Paru..


Internasional - Hari ini, jam 01:22 WIB WIB

Vietnam-Thailand Sepakat Tingkatkan Transportasi..