Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Berita Duka
Internasional - 07/03/2013 04:52 WIB

Filipina Tinjau Kebijakan Pengiriman Penjaga Perdamaian ke Luar Negeri

Davao, Filipina, (Antara/Xinhua-0ANA) - Presiden Filipina Benigno S Aquino III pada Kamis mengatakan telah memerintahkan pemimpin tentara meninjau kebijakan pemerintah mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke luar negeri.

Aquino mengeluarkan pernyataan itu di tengah krisis sandera di Dataran Tinggi Golan, tempat 21 tentara Filipina ditahan pemberontak Suriah.

"Jadi saya tugaskan Angkatan Bersenjata Filipina untuk menilai kembali apakah kita mampu mengelola sejumlah orang ini," kata Aquino kepada wartawan, mengutip bahwa sekitar 1.000 tentara telah dikerahkan di beberapa negara yang terkena dampak konflik.

"Saya diberi tahu jumlahnya sekitar seribu untuk semua penyebaran di mana-mana ketika kita juga memiliki kebutuhan di sini, di negeri ini. Jadi saya masih menunggu hasil penelitian itu," katanya.

Mengenai situasi dari 21 tentara penjaga perdamaian Filipina di Dataran Tinggi Golan, Aquino mengatakan bahwa ia diberitahu mereka akandibebaskan pada Kamis, waktu Filipina.

"Komandan pasukan saat ini, seorang jenderal India, saya percaya, telah melakukan perundingan. Hal itu dilakukan malam ini di Suriah. Ada sebuah harapan. Pesan teks untuk saya mengatakan, besok, diperkirakan semua 21 prajurit itu akan dibebaskan," katanya.

Presiden mengatakan bahwa informasi yang disampaikan kepadanya adalah bahwa tentara Filipina tidak dalam bahaya dan mereka diperlakukan dengan baik oleh pemberontak Suriah.

Para penjaga perdamaian Filipina keluar untuk mendapatkan air ketika sekitar 30 gerilyawan menghentikan kendaraan mereka pada Rabu, waktu Suriah, di zona gencatan senjata.

Di Manila, departemen luar negeri mengeluarkan pernyataan mengutuk penahanan ilegal pasukan penjaga perdamaian PBB dari Filipina di Dataran Tinggi Golan itu, dan mencatat ini adalah "pelanggaran berat hukum internasional."

Departemen mengatakan pasukan penjaga perdamaian Filipina tersebut beroperasi di bawah bendera PBB.

Menurut Konvensi PBB tentang Keselamatan PBB dan para Personelnya, penjaga perdamaian yang "dilengkapi dengan kekebalan dan mantel perlindungan mirip dengan anggota dan personel diplomatik. Hak-hak ini tidak dapat diganggu gugat dan pelanggaran terhadap mereka dapat dihukum berdasarkan hukum internasional."

Filipina bekerja sangat erat dengan PBB, Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Jerman sejak dini untuk membebaskan para anggota pasukan penjaga perdamaian Filipina itu. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Internasional - Hari ini, jam 06:52 WIB WIB

Harga Minyak Perpanjang Kerugian Meski Stok AS..


Internasional - Hari ini, jam 06:51 WIB WIB

Harga Emas Naik Disebabkan Ekuitas AS Jatuh..