Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Internasional - 18/04/2013 01:40 WIB

Bashar: Suriah Hadapi Perang Sesungguhnya

Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden Suriah Bashar al-Assad, Rabu (17/4), mengatakan apa yang terjadi di Suriah adalah "perang" dalam segala bentuk pengertian tapi masih ada peluang bagi dialog dengan oposisi.

"Suriah adalah sasaran upaya kolonisasi dengan segala bentuk kemungkinan dan cara yang berbeda ... mereka berusaha mengkolonisasi Suriah dengan kekuatan yang datang dari luar," kata Bashar kepada TV Al-Ekhbaria, yang pro-pemerintah.

Wawancara tersebut ditayangkan pada Rabu malam, saat Suriah memperingati ulang tahun penarikan tentara Prancis dari Suriah 1946, yang mengakhiri mandat Prancis di negeri itu.

Kementerian Luar Negeri Suriah, Selasa (16/4), menyatakan Prancis harus berhenti mencampuri urusan dalam negeri Suriah, setelah Prancis mempertanyakan amnesti umum baru yang dikeluarkan Bashar sebagai "manuver untuk mengulur waktu". Sebanyak 7.000 tahanan dibebaskan berdasarkan pengampunan itu.

Pernyataan Bashar tersebut juga merujuk kepada gerilyawan, yang kelompoknya telah dipenuhi kaum fanatik yang berafiliasi pada jaringan Al Qaida, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis. Kelompok radikal di Suriah Front An-Nusra belum lama ini telah menjanjikan kesetiaan kepada Al Qaida.

Suriah sedang memerangi satu kelompok "bandit ... sekelompok tentara bayaran yang memperoleh uang dari luar negeri sebagai imbalan bagi tindakan sabotase tertentu ... Ada Takfirri, atau Al Qaida atau ... An-Nusra ... mereka semua bernaung di bawah payung intelektual", kata Bashar. Ia menekankan kelompok itu telah mengalami pukulan sangat keras dari militer Suriah dan mereka "dihapuskan di beberapa tempat, atau dengan terpaksa bekerja di bawah payung Al Qaida".

Bashar juga meremehkan pembicaraan mengenai pembagian Suriah, dan mengatakan, "Tak ada dasar yang nyata bagi pemecahan."
Sementara itu ia mengatakan ribuan pelaku teror dengan senjata mereka telah mengalir ke dalam wilayah Suriah dari negara tetangga --Jordania. Bashar menyeru para pejabat Kerajaan itu agar "lebih waspada" sebab "api tak hanya akan berhenti di perbatasan Suriah" tapi akan terus mencapai negara lain di wilayah tersebut.

"Api takkan berhenti di perbatasan kita dan semua rakyat tahu bahwa Jordania bertanggung-jawab atas itu seperti juga Suriah," katanya.

Bashar mengatakan unsur asing telah menjadi faktor dasar sejak meletusnya krisis Suriah. Ia menambahkan negara Barat memerangi Al Qaida di Mali tapi pada saat yang sama mendukung mereka di Suriah.

Tujuan Barat dengan mendukung terorisme di Suriah ialah untuk membuat lemah negeri itu tapi terorisme akan balas-menyerang Barat, kata Bashar. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Internasional - Hari ini, jam 04:58 WIB WIB

AIIB Terbuka bagi Negara Berkomitmen untuk..


Internasional - Hari ini, jam 04:58 WIB WIB

Menkeu Tiongkok: AIIB Lengkapi MDB yang Sudah Ada..