Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Internasional - 09/05/2013 01:53 WIB

India-China Pulihkan Hubungan

Beijing, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri India Salman Khurshid, Kamis, memulai kunjungan selama dua hari ke China sebagai upaya memperbaiki hubungan antarkedua negara yang sempat retak karena adanya konfrontasi masalah perbatasan di Himalaya.

Dua negara terpadat di dunia itu pada beberapa tahun terakhir sebenarnya mampu meningkatkan kualitas hubungan mereka dengan kehebatan di perdagangan, dan masing-masing tampak berhasil untuk tetap "berperan rendah" dalam perselisihan, yang telah terjadi pada beberapa pekan terakhir.

Nilai perdagangan antara kedua negara mencapai 69 miliar dollar AS pada 2012, yang mayoritas adalah ekspor dari China ke India, dan membuktikan kualitas perdagangan Beijing selama ini.

Sumber Kementerian Luar Negeri di New Delhi mengatakan masalah perdagangan dan niaga akan menjadi topik yang menonjol dalam kunjungan itu, dengan fokus pada defisit India dengan China.

"India akan mencari terobosan utuk masuk ke sektor obat-obatan dan teknologi informasi mereka," kata sumber itu.

Namun hubungan kedua negara tetap diselimuti oleh kecurigaan setelah perang 1962 karena masalah perbatasan di daratan Himalaya.

Perbatasan informal yang membagi kedua negara atau disebut Garis Aktual Kendali (LAC), belum pernah secara resmi didemarkasi, meskipun kedua negara sepakat menjaga perdamaian di daerah tersebut.

Sumber dari pemerintah India mengatakan kemungkinan besar terdapat diskusi mengenai komunikasi yang lebih baik terkait LAC.

Perselisihan yang mencerminkan kebuntuan terakhir terjadi pada pertengahan April lalu ketika India menuding tentara China yang mendirikan kamp masuk wilayah 20 kilometer ke lokasi yang diklaim India.

Beijing menolak tuduhan itu dengan menyebut India berspekulasi , dan menegaskan tentara China "tidak pernah melanggar batas".

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying pada jumpa pers, Rabu, mengungkapkan rasa terima kasihnya untuk usaha dari kedua negara yang telah "mencapai konsensus terkait insiden itu ..dan telah menangani permasalahan itu dengan baik".

"Langkah untuk peningkatan yang konsisten di hubungan bilateral telah memberikan kesempatan utuk kepentingan utama kedua negara dan masyarakat," katanya.

"China dan India adalah dua negara penting dengan kekuatan ekonomi yang hebat," ucapnya menambahkan.

Khurshid akan bertemu dengan Menlu China Wang Yi dan sejumlah pejabat China lainnya.

Diplomat India telah mengisyaratkan akan membatalkan kunjungan itu jika persengketaan tidak menemukan titik temu. Sengketa itu juga telah menimbulkan keraguan akan kunjungan Perdana Menteri China Li Keqiang ke New Delhi yang dijadwalkan pada bulan ini.

Khurshid mengatakan betapa pentingnya untuk menghindari keretakkan dalam proses kemajuan antara kedua negara. Sementara Perdana Menteri India Manmohan Singh menekankan harapannya untuk terhindar dari eskalasi konflik.

Perselisihan kecil mengenai aktivitas di beberapa jarak wilayah sengeketa memang sudah sering terjadi, namun kedua belah pihak merasa tidak biasa untuk memperpanjang persengketaan itu. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

202 Daerah Bakal Pemilu Kada Serentak 2015

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Internasional - Hari ini, jam 03:46 WIB WIB

Jenuh Menunggu, Iringan Bantuan Rusia Masuk..


Internasional - Hari ini, jam 03:44 WIB WIB

Rouhani: Iran Bertekad Tandatangani Kesepakatan..