Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Ultah ANTARA 77
Internasional - 27/08/2013 04:22 WIB

Rusia Peringatkan "Konsekuensi Bencana" Jika Suriah Diserang

Moskow, (Antara/AFP) - Rusia pada Selasa memperingatkan intervensi militer di Suriah dapat menimbulkan "konsekuensi bencana" di kawasan dan menyerukan komunitas internasional menunjukkan kehati-hatian dalam krisis tersebut.

"Upaya untuk memotong Dewan Keamanan, sekali lagi untuk membuat alasan untuk intervensi militer di wilayah yang penuh dengan penderitaan baru di Suriah dan konsekuensi bencana untuk negara-negara lain di Timur Tengah dan Afrika Utara," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich.

"Kami menyerukan kepada rekan kami Amerika Serikat dan semua anggota komunitas dunia untuk menunjukkan kehati-hatian serta taat pada hukum internasional, khususnya prinsip fundamental dari piagam PBB," ujar Lukashevich.

Sebelumnya Wakil Menteri Luar Negeri Rusian Gennady Gatilov mengatakan bahwa Moskow menyesalkan keputusan AS untuk menunda pertemuan mengenai krisis Suriah. Negara-negara barat merenungkan aksi militer dalam serangan senjata kimia di Suriah pada pekan lalu.

Pembatalan pertemuan, yang direncanakan dilaksanakan di Haguw sepekan lagi, merupakan tanda baru dari puncak ketegangan antara Moskow dan barat atas kemungkinan serangan militer melawan Presiden Bashar al-Assad.

Gatilov mengatakan dalam Twitter,diri menyesalkan mitranya (AS) membatalkan pertemuan bilateral yang melibatkan para diplomat senior dari kedua pihak.

"Bekerja keluar dari parameter dari solusi politik di Suriah akan sangat membantu saat ini, ketika aksi militer terjadi sekarang," katanya.

Lukashevich mengatakan dalam iklim seperti ini, hal itu khususnya sangat penting untuk bekerja sama untuk mencoba menyelenggarakan konferensi perdamaian berulang kali ditunda untuk dibawa bersama rezim Damaskus dan pemberontak.

"Meskipun keputusan AS menunda pertemuan di Hague mengirimkan sinyal yang justru berlawanan dengan oposisi karena mendorong sikap keras mereka ketika menunggu intervensi dari luar," katanya.

Lukashevich mengatakan konferensi perdamaian saat ini sangat penting.

Negara-negara barat termasuk Amerika Serikat mempertimbangkan respon mereka terkait tuduhan serangan senjata kimia oleh rezim Bashar pada 21 Agustus.

Rusia mengatakan percaya pemberontak di belakang insiden dan memperingatkan aksi militer tanpa persetujuan PBB melanggar hukum internasional.

Pada Senin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengutuk "histeria" klaim serangan kimia dan mengatakan barat belum datang dengan bukti rezim Bashar berada di belakang itu.

Dia juga mengatakan Rusia tidak akan terlibat dalam konflik militer di Suriah.

Kantor Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin berbincang dengan Cameron dalam sambungan telepon pada Senin bahwa tidak ada bukti rezim Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak.

Surat kabar Izvestia pada Senin mempublikasikan wawancara dengan Bashar yang mengejek sebagai "omong kosong" karena menuduh rezimnya menggunakan senjata kimia dan memperingatkan kesalahan AS jika menyerang Suriah.

Pejabat Rusia kini memperbandingkan kemungkinan penggunaan kekuatan terhadap Suriah ke 2003 ketika invasi ke Irak di pimpin AS, yang ditentang Moskow berdasarkan rezim Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal.

"Deja vu," kata Kepala Komite Hubungan Luar Negeri Parlemen Rusia Alexei Pushkov di Twitter.

"Hal itu seperti di Gedung Putih, itu masih George W Bush, Dick Cheney dan Donald Rumsfeld dan Tony Blair," ujarnya.

Pernyataan itu merujuk pada mantan Presiden AS, Wakil Presiden, Menteri Pertahanan, dan Perdana Menteri Inggris selama perang Irak.

"Wajah berubah. Tapi politik tidak," dia menambahkan. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Internasional - Hari ini, jam 01:30 WIB WIB

Muhammad Ali Masuk Rumah Sakit karena Radang Paru..


Internasional - Hari ini, jam 01:22 WIB WIB

Vietnam-Thailand Sepakat Tingkatkan Transportasi..