Berita harian sumbar terkini update terlengkap

HUT RRI Padang
Internasional - 28/08/2013 07:57 WIB

Ribuan Pekerja Indonesia Berpotensi Terjaring Operasi Pati

Kuala Lumpur, (Antara Sumbar) - Ribuan pekerja Indonesia di Malaysia yang tidak memiliki kelengkapan dokumentasi berpotensi terjaring operasi Pekerja Asing Tanpa Izin (PATI) yang akan digelar secara serentak oleh Pemerintah Malaysia pada 1 September 2013.

Berdasarkan data yang diterima Antara, terdapat sekitar 200 ribu WNI yang menguruskan paspornya saat pemutihan PATI (6P) tapi belum mendapatkan izin kerja dari Pemerintah Malaysia.

Terkait rencana operasi PATI tersebut, pihak KBRI Kuala Lumpur akan terus memantau dan melakukan koordinasi dengan pihak Malaysia dengan membentuk tim satuan tugas.

"Kita inginkan setiap terjadi penangkapan itu dilaporkan ke KBRI," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno saat menanggapi rencana operasi PATI yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia tersebut di Kuala Lumpur, Rabu.

Menurut dia, sebenarnya Pemerintah Malaysia telah secara rutin melakukan penertiban para PATI tersebut seperti yang terjadi di Johor ataupun Tawau.

Tentu dalam hal ini, kata dia, mereka yang ingin bekerja di Malaysia agar tertib aturan dengan memenuhi hal-hal yang dipersyaratkan oleh negara ini terhadap para pekerja asing.

"Kami imbau agar supaya yang datang ke Malaysia untuk bekerja dengan dokumen yang lengkap dan melalui perusahaan jasa pengirim tenaga kerja yang telah mendapatkan izin dari pemerintah," ungkapnya.

Dubes Herman berharap operasi tersebut tidak menimbulkan kepanikan serta berjalan dengan tertib dan lancar.

"Untuk itu, KBRI KL akan berkoordinasi dengan pihak Malaysia," ungkapnya.

Sementara itu, kepada majikan yang mempekerjakan para PATI agar menguruskan permitnya karena itu tanggung jawab mereka.

"Sudah sepatutnya majikan urus izin kerja semua pekerjanya," ungkap dia.

Pemerintah Malaysia sebelumnya mengatakan mulai 1 September akan melancarkan operasi besar-besaran untuk menangkap pekerja asing tanpa izin.

Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi mengatakan operasi yang melibatkan Polisi Diraja Malaysia dan instansi terkait itu dilakukan untuk menegakkan hukum dan aturan terkait pekerja asing di negara itu.

"Kami tidak ingin majikan mempekerjakan pekerja asing tanpa izin," katanya.

Pada saat yang sama, lanjut dia, Pemerintah Malaysia ingin agar majikan menyediakan perumahan dan fasilitas kesehatan serta memperhatikan kesejahteraan pekerja mereka.

"Ini untuk menjamin bahwa Malaysia dilihat sebagai negara yang membutuhkan pekerja asing dan memperhatikan kesejahteraan mereka," imbuh dia. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Internasional - 16/09/2014 07:56 WIB WIB

Hongkong Dilanda Angin Kencang dan Hujan Lebat..


Internasional - 16/09/2014 06:33 WIB WIB

QPR Hadapi Sanksi Diusir dari Football League..