Berita harian sumbar terkini update terlengkap

pt Angkasa Pura
Internasional - 10/01/2014 08:04 WIB

Putin Bahas Perundingan Nuklir Iran dan Suriah dengan Rouhani

Moskow, (Antara/AFP) - Presiden Rusia Vladimir Putin dan timpalannya dari Iran, Hassan Rouhani, pada Kamis membahas perundingan nuklir republik Islam itu dengan kekuatan dunia dan pembicaraan perdamaian Suriah, kata Kremlin.

Keduanya membahas masalah dunia saat ini, termasuk keadaan di Suriah dalam kaitan dengan persiapan muktamar Jenewa 2, dan pelaksanaan kesepakatan kegiatan nuklir Iran, kata Kremlin dalam pernyataan, yang tidak menyebut yang memulai panggilan telepon itu.

Rusia menjadi salah satu pendukung utama pemasukan Iran dalam perundingan perdamaian Suriah, yang dijadwalkan dilanjutkan -untuk pertama kali sesudah lebih dari setahun- di Swiss pada 22 Januari.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon tidak memasukkan Iran dalam undangan kepada 30 negara untuk pertemuan itu.

Tapi, Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier menyatakan mendukung keterlibatan Iran dalam pertemuan itu, yang bertujuan melibatkan perwakilan Presiden Suriah Bashar Assad dan anggota lawan dalam pembicaraan langsung untuk pertama kali.

Iran menolak usul Amerika Serikat bahwa negara itu memainkan peran "sampingan" dalam perundingan tersebut, dengan menyebut usul itu menghina.

Pembicaraan nuklir Iran, yang dilanjutkan pada Kamis di Jenewa, bertujuan melaksanakan kesepakatan sementara nuklir, yang dicapai pada November.

Rusia menyatakan ingin perundingan itu berlanjut lebih cepat.

Rusia pada Rabu menoak pernyataan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang disusun Inggris, yang mengutuk serangan pemerintah Suriah di kota Aleppo, kata diplomat.

Itu kali kedua dalam sebulan bahwa Rusia keberatan atas tawaran Barat untuk mengecam serangan udara pemerintah Bashar terhadap kota terbesar Suriah, Aleppo, yang menewaskan ratusan orang sejak 15 Desember.

Kelompok bantuan menyatakan peluru kendali Scud dan barel berisi bahan peledak serta pecahan peluru dijatuhkan di sekolah, pasar dan rumahsakit di Aleppo, menewaskan lebih dari 700 orang.

Inggris mengedarkan pernyataan pers dan rancangan itu mengungkapkan kemarahan atas serangan pemerintah terhadap warga kepada 14 anggota lain di Dewan Keamanan pada Selasa.

Pernyataan itu memerlukan persetujuan semua anggota untuk bisa disiarkan, tapi Rusia keberatan dan bersikeras bahwa semua rujukan ke Aleppo dikeluarkan dari agenda dewan tersebut, kata diplomat.

Pada akhirnya, Inggris menarik naskah tersebut karena khawatir melihat pesan itu dipadamkan, kata tambah mereka. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Internasional - Hari ini, jam 07:09 WIB WIB

Juve Restorasi Keunggulan Angka Atas Roma..


Internasional - Hari ini, jam 06:37 WIB WIB

Bayern Hancurkan Hoffenheim 4-0, Unggul Tujuh..