Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Ultah ANTARA 77
Berita

Kab. Pasaman Barat - 31/01/2012 09:53 WIB

BPN Pasaman Barat Lakukan Tunjuk Batas Sengketa Tanah

Simpang Ampek, (Antara Sumbar) - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pasaman Barat, Sumatera Barat akhirnya mengidentifikasi dan tunjuk batas sengketa tanah yang melibatkan anggota DPRD Pasaman Barat dengan Yasuf Machmud setelah gagalnya mediasi yang telah dilakukan sebanyak tiga kali.

Menurut Kepala BPN Pasaman Barat, Markarios, kepada wartawan, Selasa (31/1), pihaknya telah mengundang sejumlah pihak termasuk Dominikus Suprianto, pengacara dari Yusuf Machmud.

Selain dari ke dua belah pihak, BPN juga mengundang pihak Polres Pasaman Barat ke lokasi dengan tujuan untuk mengidentifikasi tunjuk batas dan peninjauan langsung ke lokasi beberapa waktu lalu.

“Hasilnya, hingga saat ini masih dalam proses pengolahan data identifikasi. Yang jelas, kita akan tetap pro aktif menangani persoalan sengketa tanah ini,” katanya.

Dia mengatakan, dalam menangani perkara ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Polres karena persoalan itu telah bermuara ke tindak pidana. Namun demikian, BPN berupaya agar persoalan ini tuntas di antara kedua belah pihak dengan mediasi.

Secara terpisah, pengacara Yusuf Mahmud, Perdianto Lubis (Lubis Justice) mengatakan, kasus kliennya ini akan terus dimonitor dan dikontrol setiap perkembangan, baik masalah mediasi di BPN Pasaman Barat maupun proses pidana pengerusakan tanaman dan lahan di Polres Pasaman Barat. Karena, kasus ini diindikasikan ada perbuatan melawan hukum baik secara pidana dan perdatanya.

“Kasus ini melibatkan banyak pihak, karena sertifikat atas nama Desmirayenti SHM 195 dan 196 diindikasikan produk yang cacat hukum,” ujarnya.

Menurut dia, dari hasil sidang mediasi di BPN Pasaman Barat belum lama ini, pemilik pihak pertama sertifikat atas nama Amron B dan Harsono DK, ketika ditanya pengacara tidak pernah mengajukan permohonan dan tidak pernah membuat surat penguasaan fisik tanah milik perorangan sebagai dasar terbitnya sertifikat SHM 195 atas nama Harsono dan SHM 196 Amron B, tanggal 3 Februari 2009 ditandatangani Atman selaku Kepala BPN Pasaman Barat saat itu.

Bahkan, katanya, tidak pernah melakukan jual beli antara Amron B dan Harsono DK dengan Desmirayenti. Di sisi lain, terjadi pula perbuatan hukum, jual beli antara Desmirayenti dengan Dominikus Suprianto di PPAT dan Notaris Jayat.

“Untuk itulah, pihak BPN Pasaman Barat dan kepolisian harus jeli menangani kasus ini,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, Boerahim Bur ketika dikonfirmasi terkait kasus sengketa tanah itu, Senin (30/1), menyebutkan pihaknya masih menunggu hasil kajian dari BPN Pasaman Barat.

"Memang telah dilakukan identifikasi dan tunjuk batas ke lokasi langsung, namun perkembangan terakhir belum ada laporan dari BPN Pasaman Barat," katanya.

“Kita saat ke lokasi hanya untuk pengamanan atas permintaan BPN, sedangkan hasilnya masih menunggu hasil dari BPN Pasaman Barat,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Suprianto telah menguasai tanah tanpa izin dari kliennya seluas 2 hektare. Sehingga melaporkan wakil rakyat itu tersangkut kasus tindak pidana penyerobotan tanah laporan polisi nomor LP/96/III/2011/Sumbar/Res-Pasaman Barat, 11 Maret 2011 serta tindak pidana pengerusakan tanaman pinang dan lahan. Laporan polisinya Nomor LP/387/X/2011/Sumbar/Res-Pasaman Barat, 3 Oktober 2011.

Kasus perampasan tanah diduga dilakukan Suprianto telah diidentifikasi BPN dan tunjuk batas tanah hak milik Yusuf Machmud dua persil sertifikat hak milik Nomor 550 dan 551 atas nama Armaini. Terkait yang dilaporkan itu sebenarnya atas nama kliennya bukan yang lain.

“Klien saya tidak pernah menjual tanahnya ke pihak lain, hal itu dibuktikan sertifikat yang masih utuh dimiliki klien saya. Karena itulah kami melaporkan Suprianto ke Polres Pasaman Barat tindak pidana penyerobotan tanah dan pengerusakan lahan. Karena secara fisik telah dikuasai oleh Suprianto,” kata Perdianto optimis kliennya diposisi benar secara hukum. (aml/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Kab. Pasaman Barat - Hari ini, jam 11:46 WIB WIB

Meskipun Belum Jelas, KPU Pasbar Siap Laksanakan..


Kab. Pasaman Barat - 18/12/2014 05:34 WIB WIB

Dishut Buat Posko Pengawasan Hutan pada 2015..