Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Berita

Kab. Pasaman Barat - 13/09/2012 09:31 WIB

Polsek Kinali Diminta Ganti Rugi Korban Penembakan

Simpang Ampek, Sumbar, (Antara Sumbar) - Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumbar meminta Polsek Kinali membayar ganti rugi kepada Iwan Mulyadi (22), korban penembakan oknum anggota Polsek Kinali Pasaman Barat tahun 2006 silam.

"Hari ini kita mengajukan permohonan eksekusi kepada Pengadilan Negeri Simpangampek, terhadap Polsek Kinali karena berdasarkan putusan Mahkamah Agung No 2710 K/PDT/2010, Polsek Kinali berkewajiban membayar ganti rugi immaterial kepada Iwan Mulyadi sebesar Rp300 juta," kata Ketua PBHI, Firdaus di Simpang Ampek, Kamis.

Menurut dia, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pasaman Barat No. 04/Pdt.G/2007/PN-PSB yang dikuatkan putusan Pengadilan Tinggi Padang No.56/PDT/2009/PT.PDG dan putusan MA No.2710K.PDT/2010 pada tanggal 19 Mei 2011 dinyatakan anggota Polsek Kinali, Briptu Nofrizal telah terbukti melakukan penembakan terhadap Iwan Mulyadi yang mengakibatkan kelumpuhan total.

"Khusus untuk Briptu Nofrizal telah menjalani hukuman 1 tahun 6 bulan dan menerima sanksi indisipliner. Namun, secara immaterial putusan Polsek Kinali wajib mengeluarkan Rp300 juta untuk Iwan Mulyadi," jelas dia.

Pihaknya sangat mengharapkan PN Pasaman Barat segera mengirimkan surat eksekusi ke Polsek Kinali atau Polres Pasaman Barat agar segera dilaksanakan.

Sehingga, korban bisa mempergunakan uang itu untuk berobat karena hingga saat ini mengalami lumpuh total dan tidak bisa berbuat apa-apa, ujarnya.

"Ini adalah perjalanan panjang dari kasus penembakan sejak tahun 2006 lalu. Kami harapkan eksekusi putusan itu segera dilaksanakan," katanya.

Kasus Iwan Mulyadi bermula dari laporan tindak pidana pengrusakan rumah milik Edi (50) warga Jorong Tanjuang Medan Kinali yang diduga dilakukan oleh Iwan Mulyadi dan temannya, Aken.

Berbekal surat perintah No Pol.SP.Dik/01/1/2006/Res Kinali tanggal 20 Januari 2006, Briptu Nofrizal sebagai Kanit Reskrim melakukan tindakan gegabah dengan menembakkan senjata Revolver ke tubuh Iwan tepat mengenai pinggang sebelah kiri tembus ke rusuk kanan atas. Akibatnya, Iwan Mulyadi mengalami lumpuh total hingga saat ini.

"Perbuatan Briptu Nofrizal sudah melanggar hukum dan Polsek Kinali sebagai tergugat II berkewajiban menjalankan putusan tersebut," kata Firdaus.

Ayah Iwan Mulyadi, Nazar Salegar, juga berharap agar PN Pasaman Barat segera melaksanakan amar putusan itu. Dirinya sudah tidak sanggup lagi menahan beban anaknya yang tidak bisa berobat.

"Saya bekerja hanya sebagai petani dan tidak punya biaya untuk mengobati Iwan. Anak saya hanya bisa duduk di kursi roda dan mengalami lumpuh total. Apalagi saat ini ibunya, Liader sudah meninggal dunia. Jika uang itu keluar maka akan saya pergunakan untuk mengobati anak saya," kata dia. (*/aml)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Kab. Pasaman Barat - 31/10/2014 05:07 WIB WIB

Masyarakat Diminta Ikut Awasi Kejahatan Laut..


Kab. Pasaman Barat - 30/10/2014 07:50 WIB WIB

Pemkab Pasaman Barat Sinergikan Jagung dan Ternak..